Maybrat, doberainews – Penjabat (Pj) Sekda Maybrat Ferdinandus Taa membuka kegiatan pelatihan pengolahan ikan air tawar yang digagas oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Rabu 18 Desember 2024 di aula kantor Dinas setempat.
Kegiatan pembukaan pelatihan ini dihadiri Asisten I Setda Maybrat, Kepala Inspekotrat, Kepala Dinas Dispenda, Kepala Dinas Tata Ruang, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan dan tamu undangan lainnya.
Pj Sekda Ferdinadus mengapresiasi pelatihan tersebut. Fery mengatakan, peningkatan ekonomi keluarga serta pemenuhan kesehatan amat penting didorong melalui ketrampilan ibu-ibu dalam bentuk kegiatan semacam ini.
Sekda berharap manfaat pengetahuan memasak yang diterima dapat secara mandiri dikembangkan dalam rumah tangga oleh ibu-ibu untuk membiayai segala kebutuhan keluarga.
“Ikut kegiatan semacam ini pulang kembangkan itu adalah bagian dari manfaat untuk keluarga. Ekonominya kalau bagus kan bisa biayai anak-anak sekolah, biaya makan minum keluarga dan seterusnya,” terangnya.
Ia melanjutkan, pencegahan stunting atau gizi buruk yang dikampanyekan selalu oleh pemerintah juga tak luput dari pentingnya pelatihan kepada ibu-ibu yang digelar tersebut.
Sebagai pejabat utama pemerintah daerah, Ferdinandus mengingatkan agar kelanjutan kegiatan pembinaan kemasyarakatan semacam ini terus digenjot, tidak hanya dinas perikanan dan peternakan tetapi instansi teknis lainnya juga perlu berkolaborasi demi mencegah angka stunting di Maybrat.
“Akhirnya saya atasnama pemerintah Maybrat, saya membuka acara resmi pelatihan pengolahan ikan air tawar yang diselenggarakan oleh dinas perikanan dan peternakan,” ujarnya.
Sementara, Kepala dinas perikanan dan peternakan, Stevanus Kocu menambahkan, peserta kegiatan pelatihan berjumlah 50 orang yang diambil secara merata.
Para peserta, kata Stevanus, mereka dilatih mengolah ikan air tawar jenis lele dan nila dengan produk olahan yakni membuat abon ikan lele, abon nila serta lele dan nila bumbu kuning. Sementara kegiatan berlangsung satu hari.
Ia mengatakan, peserta dimentoring oleh para Instruktur yang didatangkan dari akademisi SUPM Sorong Papua Barat Daya. Peserta juga telah diberi panduan terkait pengolahan sehingga nantinya ibu-ibu menindaklanjutinya di rumah tangga masing-masing.
“Kami berharap setelah praktek ini mereka pulang dan membawakan panduan itu mereka bisa laksanakan masing-masing, baik pribadi maupun dalam kelompok di kampung,” ujarnya.
Steko sapaan akrab Stevanus Kocu menyebut, pembudiyaan ikan nila dan lele telah dibudidayakan ke beberapa distrik. Sehingga melalui pelatihan ini bisa muncul inovasi-inovasi baru, agar tidak sekedar dikonsumsi dari tempat budidaya langsung seperti biasanya.
“Jadi kami salah satu dinas atau OPD yang terlibat langsung dalam rangka siaga pengentasan stunting atau gizi buruk di Kabupaten Maybrat sehingga ini merupakan salah satu kerja kami,” pungkasnya.
Pewarta Charles Fatie
Editor Redaksi





















