Tepis Isu Miring, Kordinator Warga Eksodus Maybrat Klarifikasi Kehadiran TN/Polri Untuk Melindungi Bukan Memecah-belah Warga

Tepis Isu Miring, Kordinator Warga Eksodus Maybrat Klarifikasi Kehadiran TN/Polri Untuk Melindungi Bukan Memecah-belah Warga

Maybrat, doberainews – Pemerintah Kabupaten Maybrat memberikan klasifikasi terkait keterlibatan mereka bersama pihak TNI Polri yang disebutkan bahwa membuat keresahan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Aifat Timur Raya.

Koordinator Tim Pemulangan Pengungsi Wilayah Aifat Timur Raya Melianus Saa menegaskan, kehadiran TNI Polri hanya semata- mata ingin membantu pemerintah memastikan keamanan warga agar dapat kembali menikmati semua pembangunan yang ada di kampung masing- masing.

“Tentara dan polisi yang datang bukan bermusuhan dengan masyarakat yang ada di tempat, tetapi mereka datang untuk melindungi, sehingga mereka rasa aman dan nyaman untuk tetap tinggal di kampung karena kondisi di wilayah aifat Timur Raya maupun di Aifat Selatan Raya sudah aman,” kata Melianus di Kumurkek kepada media ini, Rabu (14/8/2024).

Seperti diketahui bahwa, penegasan Melianus ini sekaligus menepis berita melalui salah satu media online yang menyebutkan nama Kepala Kampung Wormu Distrik Aifat Timur Selatan Yunus Aisnak telah berkoalisi dengan pihak aparat TNI Polri untuk merebut kembali pucuk senjata dari tangan TPNPB-OPM.

Melianus mengklaim pihaknya bahkan tidak tahu menau tentang apa yang terjadi seperti yang sempat dikabarin di salah satu media online tersebut.

Ia menerangkan, Kepala Kampung Wormu Yunus Aisnak sebetulnya melanjutkan instruksi pemerintah untuk mengimbau masyarakatnya yang masih berada di hutan supaya kembali menikmati pembangunan yang ada bersama pemerintah, dan tidak pernah bermaksud mengajak masyarakatnya untuk saling bertikai dengan pihak manapun.

“Pak Yunus Aisnak bukan pribadinya, tapi dia adalah kepala Kampung yang ingin melanjutkan perintah atasan. Karena kami tidak mungkin turun sampai di Kampung sana, pastinya melalui perpanjangan tangan kami yang ada dibawah yakni kepala Kampung karena dia tau dimana warganya berada. Dia perintahkan mereka segera kembali karena situasi sudah aman. Jadi itu tujuannya dan kami tidak tahu apa yang terjadi, dan pemerintah bukan mau melakukan perlawanan terhadap TPN OPM, tidak, kami hanya ingin masyarakat harus kembali dan tidak boleh lagi tersebar di mana-mana,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Wormu Distrik Aifat Timur Selatan Yunus Aisnak membantah kalau dirinya disebut berafiliasi dengan pihak tertentu, apalagi menghasut warga. Melainkan tugasnya hanya membantu pemerintah memulangkan warga.

“Saya bertahun-tahun hanya dengan masyarakat mengungsi, ada yang di kota dan ada yang di Maybrat, saya hanya fokus melakukan apa yang pemerintah instruksikan. Saya tidak pernah terlibat untuk apapun,” kata Yunus.

Hingga saat ini, ia mengaku intens berkomunikasi dengan masyarakat sipil yang masih di hutan dan ingin kembali langsung cepat difasilitasi pemerintah.

“Kalau biasa mereka yang mau kembali maka saya cepat hubungi lewat pemerintah dan tokoh untuk kawal dan jemput mereka supaya keluar seperti saudara-saudara yang lain. Jadi saya tidak ada urusan yang lain-lain, termasuk kejadian apapun saya tidak tahu,” tegasnya.
Pewarta Charles Fatie
Editor Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *