Manokwari, doberainews – Parlemen Jalanan kabupaten Manokwari melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat, Selasa (2/07)
Mereka meminta BNN memberikan kesempatan kepada orang Asli Papua (OAP) menjadi Pegawai (ASN) di lingkup BNN Papua Barat, sebab selama ini belum banyak Orang asli Papua yang menjadi Pegawai baik PNS maupun P3K di BNN Papua Barat.
“Para pegawai BNN, khusus para dokter. Harus melayani dengan hati, kasih, dan tidak ego. Para penjabat BNN, harus mengedepankan semangat Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua,”ucap Ketua Parjal Manokwari, Ruben Bonay dalam orasinya.
Ketua Parlemen Jalanan Manokwari, Ruben Bonai mengatakan, BNN harus mengambil kebijakan khusus penerimaan pegawai dengan mengutamakan putra – putri Orang asli Papua.
“Tidak hanya orang non asli Papua saja. Tetapi lebih prioritaskan putra putri Papua, untuk bekerja di BNN Papua Barat karena ini merupakan daerah Otonomi khusus di Tanah Papua,”katanya.
Ia berharap, ada putra putri Papua bekerja di BNN Papua Barat, mereka didik, di latih supaya datang bekerja atau bertugas bisa dapat melayani masyarakat.
“Kami harap BNN Pusat untuk lebih mengutamakan orang asli Papua menjadi pegawai baik ASN mapun Pegawai Non ASN di BNN Papua Barat,” harapnya.
Ia menegaskan, kabag Klinik yang menangani Bebas narkoba harus di ganti karna tidak bekerja maksimal melayani masyarakat, ditemukan pelayanan bebas narkoba hanya sampai jam 11 siang langsung tutup. Harusnya pelayanan maksimal sesuai jam kantor
“kami minta agar diganti dengan yang lain bekerja dengan baik untuk melayani masyarakat,”tegasnya.
Koordinator aksi, Rusman Kelkusa berharap ke depan perekrutan Non PNS di Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua Barat lebih banyak memperdayakan putra putri Papua untuk bekerja di BNN Papua Barat.
“Itu memang menjadi harapan kami, agar anak anak Papua bisa bekerja diperdayakan masuk bekerja di BNN,”tuturnya
Staf BNN Papua Barat, Rizaldi mengungkapkan, terkait dengan tuntutan organisasi masyarakat (Ormas) Parlemen Jalanan Manokwari akan di tindaklanjuti ke pimpinan.
“Saya tidak bisa mengambil keputusan, namun itu Rana dari pimpinan yakni kepala BNN Papua Barat. Namun aspirasi itu akan di tindaklanjuti,”Rizaldi.
Pewarta Edy Musahidin
Editor redaksi





















