Polda Papua Barat Perkuat Sinergi dengan Tokoh Lintas Agama Jaga Toleransi dan Kamtibmas Akhir Tahun Dan Awal Tahun 2026

Polda Papua Barat Perkuat Sinergi dengan Tokoh Lintas Agama Jaga Toleransi dan Kamtibmas Akhir Tahun Dan Awal Tahun 2026

Kapolda Papua Barat dan Wakapolda Papua Barat foto bersama lintas Tokoh Agama usai menyerahkan plakat Penghargaan.

Manokwari, doberainews -Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menggelar tatap muka bersama tokoh lintas agama sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga toleransi umat beragama serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang akhir tahun 2025 dan tahun Baru 2026 di Papua Barat.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda pembangunan nasional Astacita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan stabilitas sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Jhonny Edison Isir dalam sambutannya mengajak seluruh umat beragama untuk mendoakan para korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera Utara dan Sumatra Barat.

Ia menegaskan peran strategis tokoh agama sebagai penjaga nilai moral, perekat harmoni sosial, serta mitra penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun.

“Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terdiri atas berbagai agama, suku, dan budaya. Toleransi tidak lahir dengan sendirinya, tetapi dibangun melalui kerja bersama para tokoh agama,” kata Kapolda Jhonny Isir dalam acara Tata Muka Bersama Tokoh Lintas Agama Ball Room Aston Nii Manokwari, Selasa (30/12/2025).

Foto : Kapolda Papua Barat saat memberikan sambutan dalam acara tatap muka bersama tokoh lintas agama di Manokwari, Papua Barat

Ia menyinggung menurunnya indeks toleransi nasional yang menurutnya tidak perlu disikapi dengan rasa pesimistis, melainkan menjadi pemicu untuk terus memperkuat persatuan dan kerukunan umat beragama di Papua Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama atas dukungan yang selama ini diberikan kepada kepolisian.

Ia menekankan bahwa dengan keterbatasan jumlah personel serta sarana dan prasarana, Polda Papua Barat tidak mungkin bekerja sendiri dalam menciptakan rasa aman.

“Kolaborasi dan sinergi dengan tokoh agama merupakan kunci utama untuk menjaga situasi yang aman dan damai,” ujarnya.

Kapolda turut memaparkan sejumlah program prioritas nasional yang memerlukan dukungan semua pihak, di antaranya pengembangan Koperasi Merah Putih sebagai penggerak ekonomi masyarakat, serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

Selain itu, Polda Papua Barat bersama TNI mendorong swasembada pangan melalui pengembangan sektor pertanian, termasuk penanaman jagung, serta penguatan sinergi dengan petani, nelayan, dan peternak guna menjaga ketersediaan pangan daerah.

Kapolda juga mengingatkan tantangan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan dampak negatif media sosial terhadap anak-anak, seperti perundungan, paparan kekerasan, hingga potensi radikalisme. Ia mengajak para tokoh agama dan pendidik untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan generasi muda.

Sementara itu, Wakil Ketua II Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Barat, Pdt. Pithein Maniani, S.Th., M.M., menjelaskan bahwa keberhasilan program Astacita sangat bergantung pada stabilitas dan kerukunan umat beragama.

Ia memaparkan bahwa Papua Barat sempat menempati peringkat pertama indeks kerukunan umat beragama pada 2018–2020, namun mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar Papua Barat kembali menjadi provinsi dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.

FKUB, kata dia, telah menjalankan berbagai program edukasi seperti go to school dan go to campus, serta pengamanan hari besar keagamaan lintas iman melalui Program Pelita bekerja sama dengan kepolisian.

“Kami terus bersinergi dengan Polda Papua Barat untuk mendukung program pembangunan nasional, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, UMKM, dan penguatan kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Kegiatan tatap muka tersebut ditutup dengan deklarasi bersama menjaga kamtibmas serta doa lintas agama yang diikuti perwakilan umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha dan penandatanganan deklarasi Damai.

Tak hanya itu, Kapolda Papua Barat juga memberikan penghargaan berupaa plakat kepada Tokoh Lintas Agama baik Islam, Kristen, Katholik, Hindu dan Budha.

Acara dihadiri Wakapolda Papua Barat, para pejabat utama Polda, Ketua MUI, FKUB, BKAG, PGGP Papua Barat, PWI Papua Barat serta tokoh agama lintas denominasi. (red/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *