Nakeus Muid Resmi Nahkodai PDI Perjuangan Pegaf, Komit Menangkan Pileg dan Pilkada Pegaf

Nakeus Muid Resmi Nahkodai PDI Perjuangan Pegaf, Komit Menangkan Pileg dan Pilkada Pegaf

Nakeus Muid bersama Pengurus saat dikukuhkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pegunungan Arfak

Manokwari Selatan, doberainews – Nakeus Muid resmi mengamankan mandat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pegunungan Arfak dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Manokwari Selatan, Jumat (28/11/2025).

Terpilihnya Nakeus menandai babak baru konsolidasi banteng di wilayah pegunungan, sekaligus menjadi pesan politik bahwa PDI Perjuangan bersiap memperkuat pengaruhnya sampai ke akar rumput.

Di hadapan jajaran DPD, pengurus DPC kabupaten/kota, serta puluhan kader, Nakeus tampil tegas menegaskan komitmennya:
“Ini bukan kemenangan saya, ini kemenangan PDI Perjuangan. Tidak ada kader yang akan ditinggalkan.”ucap Nakeus, yang juga menjabat sebagai Anggota DPR Papua Barat ini.

Dalam pidatonya, Nakeus langsung menyentuh isu krusial: soliditas internal. Ia menekankan bahwa kepemimpinan baru harus menjadi penanda berakhirnya friksi-friksi kecil yang kerap menghambat gerak partai.

“Kita tutup ruang perpecahan. Tidak ada faksi-faksi. Yang ada hanya barisan kader PDI Perjuangan yang bergerak untuk rakyat,” tegasnya.

Nakeus menargetkan konsolidasi struktur dari DPC hingga Anak Ranting agar mesin partai bekerja efektif menghadapi agenda politik ke depan.

Sasaran Politik: Memperkuat Basis dan Menangkan Pengaruh di Arfak

Sebagai ketua baru, Nakeus menaruh perhatian pada penguatan basis di wilayah Pegunungan Arfak yang selama ini memiliki dinamika politik tersendiri. Menurutnya, PDI Perjuangan harus hadir lebih aktif di kampung-kampung melalui pendidikan politik, kaderisasi, serta komunikasi langsung dengan masyarakat adat.

“PDI Perjuangan harus kembali jadi kekuatan utama di Arfak. Kita rebut ruang-ruang politik yang pernah kosong,” ujarnya.

Agenda Kerakyatan Dijadikan Senjata Politik

Nakeus menegaskan bahwa program kerakyatan bukan sekadar agenda sosial, melainkan juga instrumen politik untuk memastikan kehadiran partai di tengah rakyat.

Ia memaparkan beberapa fokus utama, mulai dari pendampingan petani dan mama-mama Papua, penguatan UMKM adat, dorongan infrastruktur dasar, pemberdayaan perempuan dan pemuda, hingga program perlindungan hutan dan danau yang menjadi identitas masyarakat Arfak.

“Kehadiran partai harus bisa dirasakan rakyat. Kalau rakyat merasakan manfaat, maka mereka berdiri bersama PDI Perjuangan,” katanya.

Sinyal Kuat untuk Pemerintah Daerah

Dalam nada yang lebih politis, Nakeus mengirim pesan jelas kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan siap bekerja sama, tetapi juga tidak akan ragu menyuarakan kritik jika kebijakan daerah tidak berpihak pada rakyat.

“Kita mendukung pemerintah daerah, tapi dukungan itu bukan cek kosong. Ada kepentingan rakyat yang harus kita jaga,” tegasnya.

Penutup: Penggalangan Kekuatan Menuju Peta Politik Baru

Nakeus menutup sambutannya dengan seruan membakar semangat kader: “Kita bangun Pegunungan Arfak yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan. Kita rebut kembali hati rakyat. Kita pastikan PDI Perjuangan berdiri paling depan.”

Konfercab ini menandai dimulainya konsolidasi baru di tubuh PDI Perjuangan Pegunungan Arfak. Dengan kepemimpinan yang lebih ofensif, arah politik banteng di wilayah tersebut dipastikan akan bergerak lebih agresif dalam waktu dekat.

Terakhir, Nakeus menyampaikan terima kasih  kepada DPP dan DPD atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai ketua DPC PDI Perjuangan pegaf. Dengan adanya kepercayaan tersebut, ia berkomitmen membuka diri bagi 10 Distrik di Pegunungan Arfak untuk masuk dalam komposisi baik  cabang rating dan anak ranting, guna bersama sama menyukseskan pembangunan terutama rakyat Pegunungan Arfak.

(red/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *