Waisai, doberainews – Kabupaten Raja Ampat baru-baru ini meluncurkan Gerakan Rama Lingkungan, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
Gerakan ini dipimpin oleh Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, dan ditujukan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Raja Ampat dengan bersepeda setiap hari Jumat dan membawa timbler saat bepergian sebagai pengganti botol kemasan sekali pakai agar meminimalisir penggunaan botol plastik yang berdampak mencemari lingkungan, Bupati berharap ASN sebagai pelopor gerakan cinta lingkungan menjadi budaya di Raja Ampat.
Cinta Lingkungan untuk Masa Depan Papua
Pegiat Lingkungan Hidup, Clemens Mandacan memberikan apresiasi kepada Bupati Oridecko Burdam yang telah berinisiatif membuat terobosan Rama Lingkungan.
Menurutnya, gerakan Rama Lingkungan merupakan sebuah langkah kecil yang membumi, namun dapat menghasilkan dampak yang besar bagi lingkungan dan masyarakat Raja Ampat.
“Dengan gerakan ini, diharapkan masyarakat Raja Ampat dapat lebih peduli terhadap lingkungan dan melestarikan keindahan alam Papua untuk generasi mendatang, tulis Clemens Mandacan Jumat 23/5/2025
Mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia GMKI Cabang Manokwari, Clemens Mandacan, mengapresiasi langkah maju Bupati Raja Ampat dalam membumikan pelestarian lingkungan di Raja Ampat Papua Barat Daya. Clemens menekankan pentingnya peran semua stakeholder, pemangku kepentingan, lembaga organisasi, dan masyarakat Raja Ampat dalam mendukung gerakan ini.
Sosok Inspiratif Pelestarian Lingkungan
Clemens juga memuji Bupati Orideko Burdam sebagai sosok inspiratif dalam pelestarian lingkungan. Dengan latar belakang ilmu kesehatan lingkungan, Clemens menilai bahwa langkah Bupati Raja Ampat ini patut dijadikan contoh oleh pemerintahan lainnya di Tanah Papua.
Masa Depan Papua yang Lebih Baik
Gerakan Rama Lingkungan diharapkan dapat menjadi awal dari sebuah perubahan besar dalam pelestarian lingkungan di Raja Ampat Papua Barat Daya dan tanah Papua pada umumnya. Dengan kerja sama dan partisipasi semua pihak, diharapkan gerakan ini dapat membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat Raja Ampat, serta menjadi contoh bagi daerah lainnya di bumi Papua Indonesia.
Fasilitas Pendukung untuk Bersepeda
Clemens juga menilai bahwa gerakan ini perlu disertai dengan fasilitas pendukung, seperti jalur sepeda, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Raja Ampat yang baru dipimpin oleh Bupati Orideko Burdam.
Kenangan di Raja Ampat
Clemens juga mengenang kunjungannya ke Raja Ampat pada tahun 2008, ketika ia menjadi bagian dari panitia wisata rohani yang menggalakkan reboisasi dan penanaman pohon di beberapa lokasi. Ia juga mengenang kondisi lingkungan Raja Ampat pada saat itu, yang masih sangat alami dan bersih.
Harapan untuk Masa Depan
Clemens berharap bahwa gerakan cinta lingkungan yang digerakkan oleh Bupati Orideko Burdam dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan Raja Ampat. Ia juga berharap bahwa pemerintah dapat membuat kebijakan pembangunan yang asri dan ramah lingkungan, seperti menetapkan jarak minimal 10 meter atau sesuai aturan yang berlaku jarak pembangunan rumah dari bibir sungai, sehingga sungai-sungai di Raja Ampat tetap bersih dan terjaga.
Penanganan Dampak Lingkungan Penambangan Nikel
Selain itu, Clemens juga berharap Bupati Orideko Burdam mengambil langkah nyata dan tegas dalam penanganan dampak lingkungan yang akan terjadi di kemudian hari akibat penambangan nikel di Raja Ampat. Penambangan yang dilakukan oleh PT Gag Nikel (anak perusahaan PT Antam, Tbk), PT Kawei Sejahtera Mining, dan PT Anugerah Surya Pratama harus diimbangi dengan komitmen yang kuat untuk melindungi lingkungan.
Peran Perusahaan dalam Gerakan Cinta Lingkungan
Clemens juga menekankan bahwa perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat harus turut andil dalam gerakan cinta lingkungan yang digerakkan oleh Bupati Orideko Burdam. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam melestarikan lingkungan dan mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan di Raja Ampat Papua Barat Daya.”cetusnya. (rls)





















