Manokwari, doberainews – Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat memberikan apresiasi dan dukungan kepada anak asli Papua yang membuka usaha Warung Tenda Lalapan di Kota Manokwari, Papua Barat.
Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat, Ronald Mambieuw mengatakan pihaknya mendukung dan memberikan apresiasi atas langkah usaha warung tenda yang dibuka oleh Verosina bersama Josua atas inisiatif mereka untuk mengikuti jejek usaha warung tenda yang dibuka oleh warga nusantara.
Menurutnya, usaha warung tenda merupakan salah satu terobosan baru anak Papua yang dilakukan oleh Verosina dan Josua sehingga perlu didukung agar mereka terus menjadi teladan bagi anak – anak Papua lainnya di Kota Manokwari.
“Kehadiran kami disini, sebagai bentuk dukungan atas usaha anak – anak Asli Papua yang mau menekuni usaha Warung Tenda Lalapan sebab kami lihat usaha ini jarang dibuka oleh anak – anak Papua,”ucap Ronald saat bersama Pengurus Parjal mengunjungi Warung Tenda yang didirikan Verosina dan Josua di Samping Hotel Fajaroon Wosi Manokwari, Kamis malam (20/5/2025).
Dikatakan, warung tenda malam merupakan salah satu potensi yang bisa dikelola anak – anak Papua namun ia mengakui banyak anak Papua belum memiliki kemampuan dan keahlian dalam menekuni usaha tersebut.
“Kami bangga sekali dengan usaha ini, sebab anak asli Papua sudah bisa bersaing dengan saudara – saudara Nusantara lainnya yang membuka usaha warung tenda jualan Lalapan Ayam, Mujair, Penyet dan menu lainnya.
“Kami dari organisasi, didukung oleh Para Pembina Parlemen Jalanan, Bapak Kepala Suku Besar Arfak, Bapak Dominggus Mandacan dan Bapak Andreas Tokhiman memberikan bantuan modal usaha sebagai stimulan untuk mendukung anak – anak Papua dalam usaha – usaha UMKM. Kami doakan, semoga usaha warung tenda yang dibuka oleh Adik Josua dan adik Verosina terus berkembang,”ucap Panglima Parlemen Jalanan saat memberikan bantuan modal usaha.
Pendiri usaha Asosiasi Cendrawasih Muda ini berharap anak – anak Papua mulai mengisi usaha – usaha di Kota Manokwari dan Provinsi Papua Barat pada umumnya. “Harapan kami, mari anak – anak Papua mulai mengisi pembangunan dengan membuka usaha, baik UMKM maupun usaha – usaha warung seperti ini, semoga anak – anak papua juga bisa menjadi pelaku usaha di atas tanah Papua,”,ujar Ronald.
Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat ini meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemda Kabupaten Manokwari untuk membantu anak – anak asli Papua yang memiliki kemampuan untuk membuka usaha.
“Kami harap Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Pemda Kabupaten Manokwari melalui Dinas UMKM dan Koperasi untuk turut mendukung usaha anak – anak asli Papua. Terutama usaha – usaha yang jarang dibuka oleh anak – anak asli Papua seperti Warung Tenda Lalapan agar menjadi motivasi bagi anak – anak Papua yang lainnya,”tutur Ronald.
Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Nasional ini juga berharap Koperasi Merah Putih yang didirikan Presiden Prabowo agar berdampak langsung bagi pelaku usaha, sekaligus memberdayakan anak – anak Papua di Provinsi Papua Barat.
“Kami harap Koperasi Merah putih, menginventarisir UMKM dan mendukung anak – anak Papua yang punya semangat dalam mendirikan usaha, agar bantuan modal usaha tepat sasaran kepada masyarakat yang benar – benar menjadi pelaku usaha,”harapnya.
Organisasi Kemasyarakatan Parlemen Jalanan Papua Barat, kata Ronald akan terus melakukan Inventarisir pelaku UMKM dan turut mendukung anak – anak Papua pelaku usaha agar mereka terus berkembang dalam mendirikan usaha.
“Ini langkah awal dari program kami, semoga kedepan ada bantuan – bantuan modal usaha dari Pemerintah melalui Parlemen Jalanan guna membantu mendukung usaha – usaha anak – anak asli Papua pelaku UMKM di Provinsi Papua Barat,”tukasnya.
Verosina Manupapami bersama suaminya, Josua Jitmau menyampaikan terima kasih kepada Ormas Parlemen Jalanan Papua Barat yang sudah memberikan dukungan.
Verosina bersama Josua membuka Warung Tenda di Samping Hotel Fajaroon Wosi Manokwari, pada awal bulan lalu. Verosina mengungkap usaha warung tenda yang dirintis oleh dirinya dengan modal semangat. Ia melihat usaha warung tenda merupakan salah satu potensi yang bisa dikembangkan, karena banyak diminati masyarakat.
Awalnya, ia ragu untuk memulai usaha warung tenda, namun berkat pengalaman dan keterampilan yang dimiliki saat bekerja sebagai dishwasher atau pencuci piring di salah satu warung tenda di Manokwari, sehingga ia bertekad untuk mendirikan warung tenda, walaupun dengan modal semangat.
“Saya, hampir 5 tahun bekerja menjadi tukang cuci piring di salah satu warung tenda. Saat – saat tertentu saya bantu – bantu di Dapur, jadi sedikit pengalaman yang saya dapat dalam menyajikan menu lalapan. Sehingga, saya ajak suami untuk kita buka usaha warung tenda, semoga ada yang mendukung agar usaha kita bisa berjalan. Terima kasih untuk dukungan kaka – kaka Parlemen Jalanan”pungkas Verosina. (red/dn).





















