Mansel, doberainews – Pasangan Maxsi Nelson Ahoren dan Imam Syafi’i gelar pertemuan bersama sejumlah masa pendukung di Distrik Ransiki Ibukota Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (22/9/2024).
Dalam pertemuan itu, Calon Bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Maxsi Nelson Ahoren mengajak masa pendukung untuk menjaga situasi Kambtimas tetap aman dan damai jelang Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang.
“Sesuai undangan KPU untuk klarifikasi, kami gelar pertemuan dengan warga, dengan masa pendukung. Kami imbau agar warga, masa pendukung tidak terpancing dengan isu – isu provokatif di sosial media, atau informasi – informasi yang beredar di masyarakat,”ucap Maxsi
“Kita ajak masyarakat untuk menyerahkan semua keputusan kepada KPU. Biarkan KPU yang putuskan sesuai dengan domain mereka,”ujarnya.
Maxsi mengakui, telah diundang oleh KPU Kabupaten Manokwari Selatan dan telan memberikan keterangan untuk menjawab sangggahan masyarakat yang dimasukan ke KPU Mansel.
“Kami telah diundang ke KPU untuk menyampaikan verifikasi secara pribadi. Verifikasi di depan komisioner KPU. Di data silon juga, kami sudah masukan, sudah input datanya. Harapan kami, KPU sendiri telah melakukan klarifikasi baik di SMA Oikumene maupun di Dinas terkait. Kami berharap KPU netral dan melaksanakan tugas sesuai dengan UU dan PKPU yang berlaku tanpa diintervensi oleh pihak manapun. Kami, serahkan sepenuhnya kepada KPU untuk memutuskan sesuai kewenangan KPU,”ujar Maxsi.
Maxsi juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan tanggapan terhadap pasangan Manis. “Kami sampaikan apresiasi kepada masyarakat, kepada 6 pelapor yang telah memberikan tanggapan kepada KPU untuk pasangan Manis. Dan kami telan memberikan klarifikasi dan jawaban kepada KPU,”ucapnya.
Selanjutnya, Maxsi mengakui keempat calon yang akan maju dalam Pilkada Mansel adalah putra – putra terbaik Manokwari Selatan, karena itu ia berharap agar politik yang dibangun adalah politik kekeluargaan.
“Kita semua ini anak – anak Mansel yang maju, karana itu saya berharap, mari kira bangun politik santun, politik damai tanpa saling menyerang privasi sesama kandidat, membangun politik identitas tetapi bagimana kita menyampaikan visi misi untuk membangun Manokwari Selatan yang lebih baik ke depan,”jelasnya. (Red/dn)





















