3 Tahun Genjot Pembangunan Infrastruktur Manokwari, Senator Papua Barat Apresiasi Bupati Hermus Indou

3 Tahun Memimpin Manokwari, Senator Papua Barat Apresiasi Bupati Hermus Indou

Artikel ini ditulis oleh Jems Aisoki/

Salah satu Jurnalis di Manokwari

Manokwari, doberainews – Hermus Indou,S.IP.,MH., adalah Bupati Kabupaten Manokwari Periode 2019 – 2024. Hermus merupakan putra Suku  Arfak dari Sub Suku  Atam, salah satu suku yang mendiami pedalaman Manokwari.

Sejak kecil, Hermus telah menunjukkan dedikasinya untuk membangun Kampung Halaman, Manokwari. Sebagai anak seorang penginjil, Hermus tahu betul apa yang harus dibuat untuk membantu mewujudkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Manokwari.

Sebagai Bupati yang genjot pembangunan infrastruktur, Hermus melihat Infrastruktur bukanlah tujuan melainkan alat, sarana prasarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manokwari Ibukota Provinsi Papua Barat.

Kepemimpinan Hermus sejak dilantik pada Februari 2020 silam, hingga saat ini baru 3 tahun 6 bulan, namun Hermus telah menunjukkan berbagai terobosan pembangunan di Kabupaten Manokwari Ibukota Provinsi Papua Barat.

“Manokwari adalah Kota Injil. Manokwari adalah kota Peradaban Papua, dan Manokwari adalah Ibukota Provinsi Papua Barat, karena itu kita harus menjadikannya sebagai kota modern yang maju dan berkembang di Tanah Papua,”tutur Hermus saat ditemui beberapa waktu lalu.

Pernyataan Hermus berbanding lurus dengan visi – misinya yang ingin mengubah Ibukota Provinsi Papua Barat menjadi kota metropolitan yang modern, maju dan berkembang.

Berbagai tantangan dan hambatan telah dilalui, namun ia tetap kokoh dengan pendiriannya untuk mewujudkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Manokwari melalui berbagai pembangunan infrastruktur.

Kini, berbagai proyek – proyek mercusuar telah dibangun untuk mengubah wajah kota Manokwari menjadi primadona di seantero Tanah Papua.

Mulai dari Pembangunan Pasar Modern Sanggeng Manokwari sebagai salah satu Pusat Perbelanjaan (Supermarket) modern, di Kota Manokwari. Pasar modern ini akan dilengkapi dengan berbagai kanal – kanal seperti tangga Eskalator, Lift hingga layanan – layanan modern yang mempermudah perbelanjaan masyarakat. Dengan bangunan yang megah ini, dipastikan mama – mama Papua akan mendapat lost – lost jualan, penataan pasar yang terintegrasi antara berbagai jenis komoditas baik sayur mayur, Sembako, pakaian, aksesoris, hingga penjualan barang – barang elektronik.

Saat anda berbelanja dalam Pasar Modern Sanggeng Manokwari, anda akan merasa seperti berjalan dalam Mall Mangga Dua Jakarta, atau anda akan merasa seperti berbelanja di berbagai Mall – mall besar lainnya di Indonesia.

Hermus ingin mempersembahkan Pasar Modern Sanggeng sebagai sebuah bangunan Monumental yang menunjukkan Pembangunan Papua, pembangunan Papua Barat harus setara dengan kota besar lainnya di Indonesia.

Selain Bangunan Pasar Sanggeng, Hermus ingin mempersembahkan sebuah bangunan terbuka yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan – kegiatan sosial kemasyarakatan di tengah Kota Manokwari.

Bangunan Ruang Terbuka (RTB) Borasi akan menjadi salah satu bangunan publik yang berdiri megah di Tengah Kota Manokwari. Bangunan tiga kantai ini akan menjadi salah satu  icon tersendiri untuk berbagai kegunaannya.

Selain RTB, Hermus Ingin mengubah Bandara Rendani Manokwari menjadi salah satu Bandara berskala Nasional di Indonesia Timur. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pelebaran Runway Bandara Rendani, hingga pembangunan alih trase jalan menuju Bandara Rendani. Hermus juga berkomitmen untuk terus membangunan Bandara Rendani agar bisa berkelas seperti Bandara – bandara lainnya di Indonesia.

Upaya dan perjungan Hermus Indou mendapat apresiasi dari salah satu Senator Papua Barat di Jakarta, Yance Samonsabra. Dalam status Facebook yang diungganya, Yance mengakui bahwa Putra Arfak, Hermus Indou tahu betul apa yang akan dipersembahkan untuk memajukan Manokwari Ibukota Provinsi Papua Barat, karena itu ia mengajak masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada Hermus Indou menyelesaikan visi – misinya dalam periode keduanya.

“Sebagai anak negeri, dia tahu apa yang terbaik untuk negerinya. Dan dia sudah memulainya, biarkan dia menyelesaikannya, waktu 3 Tahun sangat tidak mungkin untuk dia mengerjakan semuanya. Berikanlah kesempatan untuk 5 Tahun berikutnya. Salam Hormat dan Salam sehat untuk kita semua,” tulis Yance Samonsabra.

Catatan Yance mengingatkan kita semua bahwa setiap pemimpin pasti memiliki kelemahan dan kelebihan. Dan setiap pemimpin membutuhkan waktu untuk menyelesaikan visi misi dan cita – citanya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dipimpinnya.
Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *