Anggota MRPB Harap Suku Besar Arfak Dan Doreri Jaga Persatuan Dan Keamanan Saat Mengikuti Seleksi DPRK Di Manokwari

Anggota MRPB Harap Suku Besar Arfak Dan Doreri Jaga Persatuan Dan Keamanan Saat Mengikuti Seleksi DPRK Di Manokwari

Anggota MRP Papua Barat, Musa Mandacan/ Panitia Seleksi Calon Anggota DPRK Kabupaten Manokwari

Manokwari, doberainews – Anggota MRP Papua Barat, Musa Mandacan yang juga Panitia Seleksi Anggota DPRK Kabupaten Manokwari periode 2024 – 2029 mengajak suku besar Arfak dan Doreri menjaga kesatuan dan persatuan, serta menjaga keamanan dalam mengikuti seleksi calon anggota DPRK di Kabupaten Manokwari.

Anggota MRP Papua Barat Pokja Adat, Musa Mandacan menerangkan pansel telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat adat di setiap suku baik suku Arfak maupun suku Doreri yang tersebar di setiap distrik sehingga diharapkan masyarakat dapat memahami tahapan seleksi yang tengah bergulir di Kabupaten Manokwari.

“Hari ini kita sosialisasi di distrik Warmare dan Prafi kepada suku Atam dan Suku Mole. Kita tindaklanjuti dari sosialisasi yang telah dibuka secara resmi oleh Bupati di tingkat kabupaten pada tanggal 1 Juli 2024 kemarin,”ucap Musa usai menggelar sosialisasi tahapan seleksi kepada masyarakat di Distrik Warmare dan Prafi, Kamis (5/7/2024)

Musa menerangkan sesuai dengan keputusan Gubernur Papua Barat pembagian kursi telah diatur berdasarkan proporsi sebaran dengan memperhatikan kuota perempuan.

“Sesuai keputusan Gubernur berdasarkan jumlah kursi DPRD maka Kabupaten Manokwari mendapat 8 kursi sehingga Bupati Manokwari membagi proporsi kursi kepada Suku Meyah mendapat 2 kursi, suku Atam 1 Kursi, suku Mole 1 Kursi, suku Sough 1 Kursi, suku Mansim 1 Kursi dan suku Doreri 2 kursi,”ujarnya.

Melalui sosialisasi ini, kita berikan pemahaman kepada masyarakat agar masyarakat menerima dan tahu tentang mekanisme sehingga proses ini dapat diikuti bersama – sama.

Angggota MRP perwakilan masyarakat Adat ini mengharapkan Suku Besar Arfak dan Doreri dapat memperhatikan kuota untuk perempuan Arfak dan Doreri dalam mengisi kursi tersebut.
“Kami harap agar ada kuota bagi kursi perempuan,”harapnya.

Musa juga berharap musyawarah yang digelar ditingkat suku dapat berjalan dengan aman dan lancar sehingga masyarakat dapat mengikuti tahapan seleksi dengan baik.
“Harapan saya, Pantia Penjaringan (Panja) dari setiap suku nanti memperhatikan asas pemerataan, keadilan dan persatuan serta keamanan sehingga tidak menciptakan konflik di tengah masyarakat.

“Siapa yang akan diusulkan menjadi anggota DPRK adalah perwakilan masyarakat di DPRD yang akan memperhatikan semua suku, semua orang di Manokwari bukan saja memperhatikan suku dan golongan tetapi memperhatikan seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari,”tandasnya. (red/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *