Bantah Tuduhan Dualisme, Benone : NPCI Papua Barat Hanya Satu, Saat Ini Sedang Fokus Ikut Peparnas

Bantah Tuduhan Dualisme, Benone : NPCI Papua Barat Hanya Satu, Saat Ini Sedang Fokus Ikut Peparnas

Plt. Ketua NPCI Papua Barat, Benone Rahaor

Manokwari, doberainews – Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia Provinsi Papua Barat, Benone Rahaor bantah tuduhan dualisme dalam tubuh NPCI yang dilayangkan oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan sebagai Pengurus NPCI Papua Barat.

Menurutnya, sesuai SK Ketua Umum Pengurus Pusat NPCI, Nomor 13/NPC-Ina/SKEP/V/2024 tentang pengangkatan pelaksana tugas NPCI Papua Barat atas nama Benone Rahaor, merupakan sah dan mutlat menurut peraturan Ad/Art organisasi sehingga tuduhan dari sejumlah pihak yang mengatasnamakan diri sebagai pengurus adalah tidak benar dan tidak sah menurut peraturan organisasi NPCI di Indonesia.

“Tidak ada dualisme dalam tubuh NPCI Papua Barat. Tuduhan itu tidak benar. Dalam SK tersebut, saya diangkat sabagai Plt, dengan tugas khusus tambahan persiapkan Peparnas XVII di Solo di pada bulan Oktober 2024 dan mengupayakan bantuan untuk keperluan seleksi, pemusatan latihan, serta pembarakatan Tim Provinsi Papua Barat ke Peparnas XVII Solo serta mengambil langkah – langkah yang perlu guna penataan dan restrukturisasi kepengurusan NPCI Papua Barat menjadi organisasi yang sehat dan kuat,”ungkap Benone kepada media ini, Rabu (2/10/2024).

Dijelaskan usai diberikan SK oleh Ketua Umum Pengurus Pusat NPCI pada tanggal 28 Mei 2024 lalu, pada tanggal 1 Juni 2024 dirinya diundang ke Polresta Manokwari bersama dengan sejumlah pengurus NPCI untuk memberikan klarifikasi terkait SK tersebut.

“Hasil klarifikasi tersebut, mereka sudah mengakui bahwa saya ketua yang sah sesuai SK Ketua Umum NPI. Foto dan bukti dokumentasi semua lengkap,”ucapya.

Dari hasil komunikasi tersebut, Kata Benonw mereka (Pengurus Lama) meminta struktur diisi 50/50 pengurus NPCI baik usulan mereka maupun yang akan diisi dalam struktur.

Selang beberapa waktu kemudian, kami mengundang mereka untuk duduk bersama guna menyusun struktur kepengurusan namun tidak ada yang hadir. Lewat beberapa hari lagi, kata dia undangan sama dilayangkan namun tidak dihadiri. Berikutnya juga demikian.

“Maka dalam aturan organisasi, dinyatakan sah, saya memiliki hak untuk segera menyusun struktur kepengurusan organisasi guna menyiapkan hal – hal teknis dalam rangka mempersiapkan para atlet paralympic untuk mengikuti Perparnas,”ujarnya.

Benone juga pertanyakan Musprovlub yang digelar oleh sejumlah pihak yang mengatasnamakan pengurus NPCI. Menurutnya, Musprovlub harus dihadiri oleh perwakilan organisasi – organisasi disabilitas ditambah dengan perwakilan dari daerah – daerah.

“Apakah Musprovlub dihadiri oleh Penyandang disabilitas,? tanya Benone sembari menjelaskan, seharunya menghadirkan sejumlah sayap organisasi disabilitas yang harus dirangkul. Terus mereka gelar Musprovlub, tanpa mengkonfirmasi saya sebagai pemegang SK sehingga secara prosedural dan aturan, Musprovlub tidak memenuhi syarat karena ada upaya untuk menciptakan dualisme,”imbuhnya.

Namun ia berterimakasih atas kepercayaan Pemerintah Provinsi Papua Barat kepada dirinya yang merupakan pemegang mandat yang sah dari NPCI Pusat.

“Saya sudah kordinasi dengan Polda, agar permasalahan ini segera diselesaikan sebab dinamika ini sangat merugikan para penyandang disabilitas, sangat merugikan NPCI Provinsi Papua Barat,”jelasnya.

Disisi lain, Bonone juga pertanyakan sejumlah pihak yang mengatasnamakan penyandang disabilitas. Menurutnya, organisasi NPCI harus diatur dan dikelola oleh penyandang disabilitas bukan mereka yang mengatasnamakan disabilitas.

“Itu aturan yang diperintahkan oleh Ad/art, bukan diatur karena kedekatan suku, keluarga atau golongan. Minimal dalam sebuah Musprovlub harus dihadiri oleh Perwakilan NPCI dari Kabupaten se Papua Barat, minimal 2/3 dari pengurus Kabupaten yang hadir agar sebuah Musprovlub dinyatakan sah,”jelasnya.

“Jadi terlepas dari Perparnas, kita akan konsolidasi pembentukan NPCI di 7 Kabupaten se Papua Barat, baru dibentuk Musprovlub agar sah secara organisatoris. Bukan mau angkat – angkat sendiri,”sambungnya.

Saran saya, kepada saudara – saudara yang mengatasnamakan NPCI agar berhenti membawa nama – nama organisasi sebab merugikan para penyandang disabilitas.

“Saran saya, kepada saya punya saudara – saudara, untuk mari kita mendukung proses yang sudah ada. Kita disini untuk membantu bapak/ibu para Penyandang disabilitas. Bukan kita hadir mau buat onar dan segala macam. Ingat, disabilitas tidak pernah anarkis, jadi mari kita jaga para penyandang disabilitas,” harapnya.

Dia menambahkan Perparnas akan diselenggarakan pada 6 Oktober 2024 di Solo Jawa Tengah, dan saat ini 9 Cabor telah disiapkan, antara lain Panahan, Menembak, Boccia, Bulu Tangkis, Badminton, Angkat Berat, atletik, menembak, dan catur.

” Saat ini kita sudah siapkan 60 -an Atlet dari 9 Cabang Olahraga yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga Paralympic Nasional di Solo Jawa Tengah. Saya harap mari, kita sama – sama mendukung proses yang ada,”harapnya.

Terkahir, Plt. Ketua NPCI Papua Barat ini berharap dukungan pemerintah Provinsi Papua Barat dalam mensukseskan Iven Paralympic Nasional yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah nanti,”pungkasnya. (red/dn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *