Seleksi IPDN Tahun 2024, Pemda Pegaf Diminta Ambil Kebijakan Afirmatif Bagi Putra – Putri Pegaf

Seleksi IPDN Tahun 2024, Pemda Pegaf Diminta Ambil Kebijakan Afirmatif Bagi Putra - Putri Pegaf

Ketua IMPA Pegaf Manokwari, Anan Ansi Ahoren (Kiri), Riki Rikson Iba (Kanan) Ketua GMNI Cabang Manokwari

Pegaf, doberainews – Seleksi Praja Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Formasi Tahun 2024 – 2025 tengah berlangsung. Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) diminta mengambil kebijakan afirmatif untuk mengakomodir putra – putri Arfak lolos dalam seleksi Praja IPDN Formasi Tahun 2024-2025.

Dari total 751 Kuota IPDN bagi 38 Provinsi di seluruh Indonesia, kuota untuk 6 Provinsi di Tanah Papua rincikan sebagai berikut; Provinsi Papua mendapat 29, Provinsi Papua Barat: 25, Provinsi Papua Barat Daya: 23, Provinsi Papua Tengah: 27, Provinsi Papua Pegunungan: 27 dan Provinsi Papua Selatan: 19.

Ketua Ikatan Mahasiswa Pegunungan Arfak Kota Studi Manokwari, Anan Ansi Ahoren meminta Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk mengambil kebijakan afirmatif untuk mengirimkan calon – calon Praja APDN dari Pegaf agar mengikuti dan lolos dalam tahapan seleksi IPDN Tahun 2024.

“Kami minta kepada pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pegunungan Arfak harus memperhatikan putra – putri Arfak, secara khusus, kami sebagai mahasiswa harus mengingatkan pemerintah daerah demi masa depan generasi Arfak yang baik, kami menyampaikan karena mengingat kuota IPDN yang terbatas,”ucap Anan Ansi kepada media ini, Rabu (21/6/2024).

Anan juga meminta para pejabat yang kerja di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk memberikan kesempatan yang seluas – luasnya kepada putra putri Pegunungan Arfak untuk mengisi kuota IPDN dari Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Kami minta supaya pejabat daerah yang kerja di Pegaf, terutama saudara – saudara kita dari suku lain agar tolong berikan kesempatan kepada putra – putri asli Arfak untuk mengisi kuota IPDN terutama mereka yang berasal dari masyarakat yang berasal dari ekonomi lemah agar anak – anak mereka bisa diutamakan dalam seleksi IPDN,”harap Ahoren.

Senada, Ketua GMNI Manokwari Riko Rikson Iba meminta Panitia Seleksi Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Tahun 2024-2025 se Provinsi Papua Barat secara khusus di Kabupaten Pegunungan Arfak, melalui Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) Pegaf agar memprioritaskan anak -anak Arfak yang berasal Dari 4 sub Suku yakni Hatam, Sougb, Meyah, dan Moule.

“Kami pikir setiap Kabupaten di Tanah Papua sudah diberikan kuota masing -masing yang akan dibiayai oleh pemerintah, sehingga ini akan membantu calon praja IPDN yang memiliki ekonomi lemah yang mungkin ikut test juga untuk mengabdi bagi bangsa dan negara,”ucap Rikson.

Rikson mengungkap berdasarkan informasi yang diketahui, kuota Pegaf hanya diberikan 2 kuotanya sehingga diharapkan dapat mengakamodir putra-putri Asli Pegaf untuk masuk sebagai CalonPraja Institut dalam negeri tersebut.

Disisi lain, Rikson mengungkap kondisi geografis Pegaf yang cukup dingin dan jauh dari keramaian kota, membutuhkan sosok pegawai yang tangguh dalam mengabdi bagi masyarakat di Pegunungan Arfak, sehingga diharapkan peluang itu diberikan kepada anak – anak asli Pegaf yang lahir besar di Pegaf agar mampu bertahan melayani masyarakat di daerah itu.

“Kalau diberikan kepada suku lain, saya yakin mereka belum tentu kembali untuk mengabdi secara utuh di Pegunungan Arfak,”ujarnya.

Ketua GMNI Cabang Manokwari ini berharap agar Panitia Seleksi dan Instansi terkait harus harus kembali melihat anak-anak asli dari wilayah Kabupaten masing-masing untuk memperdayakan SDM yang ada agar putra-putri asli asli setiap daerah juga bisa bersaing dengan Putra-putri Indonesia lainnya,”tukasnya.

Informasi yang dihimpun media iniz tahapan seleksi Pendaftaran online dibuka pada 15 Mei hingga 13 Juni 2024 kemarin. Dilamjutkan dengan tahapan Verifikasi dokumen administrasi pada 15 Mei dan 17 Juni 2024 dan Pengumuman hasil seleksi administrasi pada 19 Juni 2024 kemarin. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan seleksi – seleksi selanjutnya.

Pewarta : Demas Ahoren
Editor redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *