Raja Ampat, doberainews – Raja Ampat saat ini telah berada dalam masa transisi kepemimpinan, ditengah ramainya publik dengan dinamika perpolitikan lokal sangat menguras perhatian para pengamat politik lokal di Raja Ampat.
Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum telah melaunching Penetapan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Raja Ampat. Tentu ini menjadi momentum yang baik bagi Putra putri asli Raja Ampat yang potensial untuk menunjukan kemampuan dalam memimpin daerahnya. Inilah yang dikemukakan oleh Tokoh Muda Raja Ampat, Richard Mnsen. Rabu 12/6/2024
Dalam dinamika politik lokal yang hari ini telah ramai, muncul beberapa nama-nama calon yang merupakan orang-orang hebat dengan sejuta pengalaman dan kapasitas. Berbagai persiapan personal yang telah dimiliki para calon tentu harus diimbangi dengan komunikasi politik yang mumpuni, karena dengan proses politik itu yang akan dilalui untuk memperoleh posisi kepala daerah.
Melihat Raja Ampat dalam dua dekade ini, tentu menjadi refleksi bagi calon-calon pemimpin yang nanti akan memimpin Kabupaten Raja Ampat dalam pemerintahan lima tahun ke depan.
Menurut Richard, pemimpin hari ini akan dituntut mencanangkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) arahnya akan kemana.
“Raja Ampat saat ini diperhadapkan dengan dualisme SDA dan ini menjadi tantangan bagi Pemimpin selanjutnya. Apakah Raja Ampat akan bertahan sesuai dengan kiblat perencanaan pembangunan terdahulu yang berfokus pada konservasi perikanan dan pengembangan potensi pariwisata atau melirik potensi Minerba yang hari ini menjadi program percepatan Pembangunan Nasional,”ucap Richard Mnsen.
Tentu untuk hal yang bersifat Strategis dan Nasional, kita tahu bahwa pelaksanaannya berdasarkan peraturan perundang-undangan, pemerintah daerah tentu diberikan tanggungjawab dalam hal mensosialisasikan.
Sosok pemimpin nantinya harus pintar dalam melihat potensi-potensi yang ada dan memanfaatkan itu sebagai peluang dalam mensejahterakan rakyatnya. Pemerintah tentu mempunyai kebijakan, kebijakan tersebut diharapkan bisa berdampak pada kemaslahatan orang banyak. Kan itu esensinya sebuah pemerintahan.
Kebutuhan masyarakat dalam hal mendasar seperti ketersediaan lapangan pekerjaan harus diakomodir pemerintah dalam hal ini kapasitas pemimpin. Jika seorang pemimpin mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang baik maka dengan sendirinya hal itu dapat membantu pemerintah dalam hal peningkatan PAD.
“Sederhananya begini bila diuraikan. Jika lapangan kerja ada maka tiap keluarga memiliki pendapatan yang baik, maka proses perputaran uang (transaksi jual beli) akan baik pula sehingga pemerintah dalam hal kebijakan tepat sasaran pada akar masalah.
Kepada calon pemimpin nantinya diharapkan mampu menjawab kebutuhan dasar rakyatnya. Karna Kepala Daerah itu tugasnya Membuat Rakyatnya Bahagia, Otaknya Cerdas, Dompetnya Terisi,”tutup Richard. (R2)





















