Manokwari, doberainews – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek ketersediaan dan harga bahan pokok di sejumlah titik di Manokwari, Jumat (19/12/2025).
Sidak tersebut dipimpin langsung Gubernur Dominggus Mandacan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Papua Barat sebagai upaya memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Kesekretariatan TPID Papua Barat, Jefry Auparay, menjelaskan bahwa tim melakukan pengecekan di sejumlah distributor dan pelaku usaha, antara lain PT Makmur Perkasa, PT Persada, Perum Bulog, serta sejumlah swalayan di Manokwari City Mall (MCM).
“Bapak Gubernur turun langsung memimpin TPID bersama Forkopimda untuk memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok di Ibu Kota Provinsi Papua Barat,” ujar Jefry.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Jefry memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bawang, tepung terigu, dan komoditas lainnya dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Maret 2026.
Namun demikian, ia mengakui terdapat keterbatasan stok telur ayam di pasaran. Hal ini disebabkan meningkatnya kebutuhan telur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Stok telur ayam saat ini memang terbatas, tetapi sesuai arahan Bapak Gubernur, pasokan tambahan akan didatangkan dari luar daerah pada 21 Desember 2025,” katanya.
Jefry menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui TPID bersama aparat kepolisian akan terus melakukan pengawasan harga di pasar guna mencegah adanya praktik penimbunan maupun permainan harga oleh distributor atau pelaku usaha.
Saat ini, TPID juga tengah mengumpulkan data dan menyusun laporan terkait ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Papua Barat, meliputi Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Fakfak, dan Kaimana.
“Secara umum stok bahan pokok di Papua Barat aman hingga Maret 2026,” ujarnya.
Ia menambahkan, Gubernur Papua Barat bersama Kapolda Papua Barat telah menginstruksikan TPID untuk terus melakukan pemantauan di lapangan dan meminta pelaku usaha mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET).
“Kami mengimbau agar tidak ada pihak yang bermain harga di pasaran. Stabilitas harga menjadi perhatian serius pemerintah,” tegas Jefry.
Di akhir keterangannya, Jefry menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang telah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di Papua Barat. (red/dn)





















