Manokwari, doberainews – Mahasiswa Mamberamo Tengah Kota Studi Manokwari berinisiatif mengumpulkan uang senilai Rp. 120 juta rupiah untuk membeli tanah guna membangun Asrama Mahasiswa.
Ketua Kordinator Wilayah (Korwil) Mahasiswa Mamberamo Tengah Maluk Tabuni mengatakan inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen mahasiswa untuk mendapatkan tempat hunian (Asrama) yang layak bagi mahasiswa Mamberamo Tengah di Manokwari.
“Kita kumpul – kumpul uang, kita komunikasi dengan Bapak Moris Mandacan agar ada tanah yang kita bisa beli untuk bangun asrama bagi mahasiswa,”ucap Maluk Tabuni, saat pertemuan dengan Ketua DPRK Mamberamo Tengah di Manokwari, Kamis (11/9/2025).
Maluk mengungkap perjuangan untuk mendapatkan asrama yang layak bagi mahasiswa Mamberamo Tengah sudah diperjuangkan sejak lama namun belum ada respon positif dari pemerintah. Namun ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua DPRK Mamberamo Tengah bersama Ketua Komisi C dan Sekretaris Komisi C serta Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Tengah yang berkunjung langsung ke Manokwari untuk menemui Mahasiswa.
“Mewakil teman – teman mahasiswa, kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan Bapak Ketua DPRK bersama rombongan di Kota Studi Manokwari, Papua Barat,”ucap Tabuni.
“Semoga melalui pertemuan ini, ada solusi dari pemerintah untuk membangun asrama yang layak bagi mahasiswa Mamberamo Tengah di Kota Studi Manokwari,”ucap Tabuni.
Mewakili Mahasiswa, Tabuni menyerahkan kwintasi pembayaran Tanah senilai 120 Juta kepada Ketua DPRK Mamberamo Tengah Piter Togodi yang disaksikan oleh Pemilik Hak Ulayat Moris Salabay dan Plt. Kepala Sekretaris Dinas Pendidikan Mamberamo Tengah Wolter Mendel.
Ketua DPRK Mamberamo Tengah Piter Togodi memberikan apresiasi atas atas aspirasi yang disuarakan oleh mahasiswa Mamberamo Tengah di Manokwari. Ia mengatakan kehadirannya di Manokwari dalam rangka pemberian bantuan studi akhir bagi mahasiswa dan memastikan kondisi tempat tinggal bagi mahasiswa Mamberamo Tengah.
“Setelah bertatap muka, berdikusi dengan adik – adik mahasiswa, ada kerinduan dari mahasiswa untuk mendapat tempat tinggal yang layak. Dari kerinduan itu, adik – adik mahasiswa ini sudah punya inisiatif untuk mencari tanah, sekaligus menyerahkan uang muka (DP) kepada pemilik hak ulayat sebesar Rp 120 juta rupiah,”ucap Togodi.
Bertepatan dengan kunjungan ini, kata Togodi pihaknya langsung menemui mahasiswa dan pemilik hak ulayat di lokasi guna bersama – sama mencari solusi terbaik bagi mahasiswa Mamberamo Tengah di Manokwari.
“Saat ini, kita berkunjung ke lokasi, ketemu dengan mahasiswa dan pemilik hak ulayat, Bapak Moris Salabay, kita diskusi bersama akhirnya ada solusi. Meskipun baru ada uang muka, Bapak Moris bersedia menyerahkan (membuat) surat pelepasan tanah adat kepada kami,”ujarnya.
Dengan dokumen pelepasan tanah adat tersebut, pihaknya akan membangun kordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah guna memperjuangkan pembangunan gedung asrama bagi mahasiswa.
“Dengan dokumen ini, kami akan kordinasi dengan pemerintah, baik Bupati, wakil Bupati, Sekda dan OPD terkait guna bersama – bersama memperjuangkan pembangunan gedung asrama, tempat tinggal yang layak bagi mahasiswa Mamberamo Tengah di Kota Studi Manokwari,”tm tukasnya. (red/dn)





















