Program TJSL BUMN Restorasi Terumbu Karang di Raja Ampat Libatkan Masyarakat dan Pelajar

Program TJSL BUMN Restorasi Terumbu Karang di Raja Ampat Libatkan Masyarakat dan Pelajar

Raja Ampat, doberainews – Program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN mendorong konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di Kampung Mutus, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, Minggu (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, 23–28 Februari 2026, itu difokuskan pada transplantasi terumbu karang menggunakan metode web spider. Program tersebut memadukan aspek konservasi, pariwisata, dan perikanan berkelanjutan di salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

Rudi Dimara, salah satu pelatih dalam kegiatan tersebut, mengatakan keterlibatan BUMN melalui program TJSL merupakan langkah positif dalam mendukung pelestarian lingkungan di Raja Ampat.“Ini sangat positif karena BUMN melalui program TJSL berperan aktif dalam konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Raja Ampat,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan, metode web spider dinilai efektif mempercepat pertumbuhan dan penyebaran fragmen karang sehingga proses pemulihan terumbu karang dapat berlangsung lebih cepat.
“Dengan metode ini, terumbu karang bisa segera pulih dan mulai memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat lokal,” kata dia.

Program tersebut juga menggandeng kelompok konservasi lokal MKUN MNU di Kampung Mutus. Menurut Rudi, pelibatan masyarakat setempat menjadi kunci keberlanjutan program restorasi.
“Kami memastikan upaya restorasi ini berkelanjutan karena dikelola oleh orang-orang yang paling memahami kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Selain itu, edukasi lingkungan diberikan kepada siswa SD YPK Efata Mutus dan SMP Negeri 11 Mutus Waigeo Barat Kepulauan. Rudi menilai pendidikan sejak dini merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Raja Ampat.
“Mereka akan menjadi penjaga alam sekaligus pelaku pembangunan di daerahnya,” kata Rudi.

Dengan melibatkan generasi muda dan komunitas lokal, program ini diharapkan tidak hanya memulihkan ekosistem terumbu karang, tetapi juga membangun kesadaran serta kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Upaya tersebut sekaligus mendukung sektor pariwisata yang bertumpu pada keindahan alam serta menjaga keberlanjutan perikanan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat Kampung Mutus dan wilayah Raja Ampat secara umum,”tutur Rudi. (flx/red)

Exit mobile version