Reses DPR Papua Barat: Pemuda Kreatif Suarakan Dewan Kesenian dan Gedung Seni Budaya

Reses DPR Papua Barat: Pemuda Kreatif Suarakan Dewan Kesenian dan Gedung Seni Budaya

Anggota DPR Papua Barat, Frits Bernard Indouw saat reses bersama pemuda kreatif di Manokwari

Manokwari, doberainews – Anggota DPR Papua Barat, Frits Bernard Indouw, menggelar Reses I Tahun 2026 bersama berbagai lapisan pemuda kreatif di Kota Manokwari, Papua Barat, Sabtu (21/2/2026)

Reses tatap muka yang berlangsung di Kafe Chosi Key, Taman Ria Manokwari, itu dihadiri pelaku UMKM, barbershop, pemuda nelayan, klub sepak bola, komunitas seni budaya, hingga komunitas stand up comedy Manokwari.

Dalam dialog tersebut, Bernard menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diperjuangkan sesuai kewenangan DPR.
“Aspirasi ini akan kita perjuangkan, baik melalui rapat dengar pendapat (RDP) dengan OPD teknis maupun melalui pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna, agar ada perhatian bagi pemuda di Kota Manokwari. Perlu ada pembinaan dan pemberdayaan sehingga mereka dapat menyalurkan bakat dan kreativitas sesuai keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Salah satu aspirasi utama yang disuarakan adalah kebutuhan gedung seni budaya sebagai pusat aktivitas pengembangan dan pembinaan seni. Gedung tersebut diharapkan menjadi ruang bagi berbagai ekspresi, mulai dari tari kontemporer, tarian tradisional, seni musik, hingga olah vokal.

Selain itu, para pemuda juga meminta pemerintah mengaktifkan kembali Dewan Kesenian guna membina dan mengembangkan potensi seni budaya di Manokwari.

Aspirasi lain datang dari pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua yang mengolah produk berbahan dasar ikan. Mereka mengeluhkan produknya belum dapat dipasarkan di swalayan karena belum mengantongi izin edar dari BPOM.

“Potensinya bagus, tetapi belum ada perhatian serius untuk mendorong mereka memenuhi syarat administrasi dan standar yang ditentukan. Kami minta Dinas UMKM dapat memfasilitasi hal ini,” kata Bernard.

Kelompok disabilitas juga menyampaikan keluhan terkait hak atlet yang mengikuti ajang Paralimpiade 2025 dan belum menerima pembayaran.

“Kami harap instansi terkait segera menyelesaikan hak-hak atlet paralimpik yang belum dibayarkan,” ujar Wakil Ketua III DPR Papua Barat tersebut.

Dari sektor olahraga, perwakilan klub sepak bola berharap adanya dukungan pemerintah terhadap pembinaan sepak bola di Papua Barat. Mereka menilai potensi atlet di Manokwari cukup besar dan perlu pembinaan berkelanjutan, termasuk membangkitkan kembali kejayaan Perseman Manokwari yang pernah berprestasi di kancah nasional serta dukungan bagi wasit berlisensi nasional.

Di bidang ketenagakerjaan, Bernard juga mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi membuka Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai wadah peningkatan keterampilan generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.

Ia menegaskan agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memandang sebelah mata aspirasi masyarakat.

“Usulan dan aspirasi ini jangan dianggap sepele. OPD harus mencari solusi konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (red/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *