Sikapi Rencana Pelantikan Pengurus KADIN Papua Barat, PAL KOAP Ancam Gagalkan Dan Tolak Aktivitas KADIN

Sikapi Rencana Pelantikan Pengurus KADIN Papua Barat, PAL KOAP Ancam Gagalkan Dan Tolak Aktivitas KADIN

Perkumpulan Asosiasi Kontraktor Orang asli Papua (PAL KOAP) Papua Barat saat gelar konferensi pers di Sekretariat, kamis (24/7/2025)

Manokwari, doberainews – Asosiasi Pengusaha Papua ancam gagalkan Pelantikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Barat. Ketegasan itu disampaikan Pengurus Perkumpulan Asosiasi Kontraktor Orang Asli Papua (Pal KOAP) Provinsi Papua Barat, Kamis (24/7/2025).

Ketua Umum PAL KOAP Papua Barat, Alex Wonggor mendesak Ketua Kadin Papua Barat dibawa kepemimpinan Suryati Faisal memberikan kesempatan bagi putra asli Papua, Noris Mandacan sebagai ketua Kadin Papua Barat periode 2024 – 2029.

“Mewakili Asosiasi Pengusaha Papua, saya minta Kaka Ibu Suryati fokus sebagai wakil ketua I DPRK Manokwari, jangan sibuk urus kadin. Kadin ini jabatan strategis dalam dunia perdagangan dan industri, tolong berikan kesempatan bagi anak asli Papua,”ucap Wonggor dalam konferensi pers di Sekretariat Pal KOAP Papua Barat.

Wonggor menagaskan pihaknya akan menggagalkan pelantikan pengurus Kadin Papua Barat periode 2024 – 2029 yang direncanakan pada akhir Juli 2025.

“Kami ingatkan jangan coba – coba buat pelantikan Pengurus Kadin Papua Barat. Mau lantik dimana, pasti kami bubarkan. Sebab kami sudah beri statment bahwa Ketua Kadin Papua Barat harus anak asli Papua, Noris Mandacan,”tegas Wonggor.

Alasan Noris Mandacan sebagai ketua Kadin, karena dianggap mampu mendorong keberpihakan dalam memberdayakan potensi sumber daya pengusaha Papua di Provinsi Papua Barat.

Senada, Sekretaris Pal KOAP Adolof Warfandu meminta Ketum Kadin Pusat Anindya N. Bakrie pertimbangkan amanat UU Nomor 2 Tahun 2021 tantang Perubahan Kedua UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi khusus Papua. Menurutnya, implementasi UU Otsus harus dimanfestasikan dalam berbagai jabatan – jabatan strategis bagi orang asli Papua termasuk dalam jabatan Kamar Dagang dan Industri.

“Kami harap saudara – saudara Nusantara tolong hargai kami, jangan monopoli hak orang asli Papua. Kami sudah beri kesempatan dalam jabatan – jabatan lainnya seperti di birokrasi dan politik. Kami harap jabatan pengusaha ini, diberikan kepada anak asli Papua, pemilik negeri ini, anak kepala Suku Besar Arfak”tegasnya.

“Kami harap, ibu Suryati hargai kami anak negeri, berikan kepercayaan kepada kami. Kalau paksakan, kami akan aksi boikot, tolak,” sambungnya.

Sekretaris Umum Gapensi Papua Barat Yan Soendemi mendesak Pengurus Kadin Papua Barat untuk memperhatikan filosofi adat; “Dimana tanah dipijak disitu langit dijunjung”.

Menurutnya, filosofi itu mengingatkan seluruh anak adat untuk saling menghargai dan memberikan kesempatan bagi saudara-saudara yang memiliki hak kepemilikan di atas tanah Papua. Di sisi lain, amanat UU Otsus sebagai dasar keberpihakan bagi orang asli Papua, sehingga seyogyanya Otsus jilid II jangan digagalkan dengan monopoli hak anak asli Papua.

” Saya harap, Ibu Suryati hargai UU Otsus. Orang Papua telah berikan kesempatan dalam berbagai jabatan – jabatan lainnya bagi saudara – saudara Nusantara, jadi di sektor usaha dan bisnis, tolong beri kesempatan bagi anak asli Papua,”kata Yan.

Di sisi lain, Soendemi mendesak Kadin Pusat review hasil Musprov Kadin Provinsi Papua Barat Tahun 2024. Menurutnya, Musprov tersebut ilegal, karena didominasi kelompok pengusaha tertentu tanpa memperhatikan kearifan lokal sebagai syarat khusus berdasarkan amanat UU Otsus.

Lewis Wangggai manambahkan pengusaha Papua telah berkomitmen untuk mendorong Noris Mandacan sebagai Ketua Kadin Papua Barat. Mereka juga akan melakukan audiensi dengan Ketua Umum Kadin Pusat untuk meminta pertimbangan atas aspirasi pengusaha Papua di Papua Barat.

“Minggu depan, kami akan lakukan audiensi dengan Ketua Umum Kadin Pusat Bapak Anindya N. Bakrie untuk menyampaikan aspirasi ini, responnya seperti apa akan di lihat kedepan,”kata dia.

Lewis menambahkan pengusaha Papua menghormati status Suryati Faisal sebagai salah satu tokoh perempuan di Papua Barat, yang juga sebagai wakil Ketua I DPRK Manokwari. Namun, ia mengharapkan pengertian dalam posisi ketua Kadin Papua Barat.

“Kami harap Ibu Suryati fokus di DPRK sebagai wakil ketua, jangan lagi bagi peran di Kadin. Beri kesempatan bagi anak asli Papua untuk berkarya dalam mendorong keberpihakan bagi pengusaha Papua,”pungkasnya.

Informasi yang dihimpun media ini, Panitia Pelantikan Pengurus Kadin Papua Barat rencanakan pelantikan pada akhir Juli 2025. (red/dn)

Exit mobile version