Bogor, doberainews – DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Manokwari memberikan apresiasi kepada Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Bimbingan Teknis kepada para Advokat di Indonesia.
Bimtek yang digelar di pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi (Pusdik MK) di Cisarua Bogor Jawa Barat sejak 4 – 7 November 2024 diikuti oleh 40 Advokat yang berasal dari Peradi dan Beberapa Organisasi Advokat lainnya di Indonesia.
Dari Papua Barat, diikuti oleh PBH Peradi Manokwari mengikuti Bimbingan Teknis Perselisihan Hasil Pilkada baik Gubernur, walikota dan bupati.
Sekretaris PBH Peradi Manokwari, Leumes Pieter Wondiwoy,SH., mengucapkan terimakasih kepada Mahkamah Konstitusi yang telah melibatkan DPC Peradi Manokwari melalui PBH.
“Mewakili DPC Peradi melalui PBH, kami sampaikan terima kasih atas diikutkan dalam Bimtek Perselisihan Hasil Pilkada oleh Mahkamah Konstitusi. Bimtek ini sangat penting, agar apabila terjadi perselisihan hasil Pilkada, kita (Peradi) sudah ada SDM yang mumpuni untuk mengawal permasalahan hingga proses penyelesaian di mahkamah Konstitusi, baik mengawal Pemohon maupun termohon”ucap Wondiwoy kepada media ini melalui sambungan seluler, Jumat (8/11/2024)
Wondiwoy juga menyampaikan terima kasih kepada DPC Peradi Kabupaten Manokwari yang telah memberikan rekomendasi kepadanya untuk mengikuti Bimtek Perselisihan Hasil Pilkada yang digelar MK di Cisarua Bogor Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Bimtek tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. Saldi Isra, SH.,MH. Materi – materi yang diberikan berupa Mekanisme penyusunan permohonan Hasil Pemilukada, pelatihan dalam menyusun permohonan, keterangan pihak terkait serta pemahaman tentang sistem informasi penanganan perkara elektronik (SIPP) selama proses persidangan.
“Pengajuan permohonan penting bagi peserta untuk memastikan kelengkapan dokumentasi sejak awal bertujuan untuk agar ada bukti yang diajukan mendukung jalannya persidangan. Sebab bukti yang kuat, dan dokumentasi yang lengkap adalah faktor krusial perselisihan hasil Pilkada. Kami berharap peserta dapat mempersiapkan segala dokumen yang relevan sejak awal,”ujar Isra seperti dikutip dari penasilet.com. (red/dn)
