Manokwari, Doberainews – Sorak gembira, tawa, dan pelukan persaudaraan mewarnai penutupan Turnamen Cawat Merah Cup I Tahun 2025 di Lapangan ARO Marina, Manokwari, Senin (27/10/2025).
Selama 21 hari penuh, sejak 8 hingga 27 Oktober, turnamen ini bukan hanya tentang perebutan juara, tetapi tentang menyatukan generasi muda Arfak dalam semangat sportivitas dan kebersamaan.
Ketua Panitia, Nomen N. Kowi, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari niat tulus untuk membangun persaudaraan dan kebanggaan bersama.
“Tidak ada kepentingan lain dalam turnamen ini. Cawat Merah Cup kami gelar sebagai ruang pemersatu bagi anak-anak generasi Arfak. Sepak bola adalah bahasa universal yang bisa menyatukan kita tanpa melihat perbedaan. Melalui lapangan ini, kita belajar bersaing secara sehat dan saling menghormati,” ujarnya penuh semangat.
Turnamen ini juga digelar sebagai wujud perayaan Hari Sumpah Pemuda sekaligus menyongsong Satu Abad Teluk Wondama, menegaskan semangat pemuda Papua untuk terus menjaga nilai-nilai budaya dan identitas lokal melalui olahraga.
“Cawat Merah Cup akan kami jadikan agenda tahunan masyarakat Arfak. Di sinilah sportivitas, tanggung jawab, dan rasa persaudaraan tumbuh menjadi kekuatan baru,” tambah Nomen.
Hasil Akhir Turnamen Cawat Merah Cup I 2025
Berikut daftar rincian Kategori Pemenang Turnamen Cawat Merah Cup I Tahun 2025.
Juara I diboyong oleh Arfak City FC mendapat Piala Bergilir + Piala Tetap + Rp 10.000.000. Juara II dipegang oleh Anashingk FC menerima Piala Tetap + Rp 7.000.000. Juara III dipegang oleh Perseda FC mendapat Piala Tetap + Rp 5.000.000.
Sementara Juara IV dipegang oleh Sakumi FC mendapat Uang Pembinaan Rp 3.000.0005.
Sedangkan untuk kategori Top Skor menerima Trofi + Rp 1.000.000. Pemain Terbaik, Trofi + Rp 1.000.000. dan Kiper Terbaik—Trofi + Rp 1.000.000.
Lamek Dowansiba, Anggota DPD RI Papua Barat sekaligus sponsor utama turnamen ini, hadir langsung pada malam penutupan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pesan penuh makna bagi generasi muda Arfak:
“Saya percaya, di balik setiap tendangan bola ada cita-cita besar yang sedang diperjuangkan. Di balik setiap peluh pemain muda, ada harapan untuk mengubah masa depan. Olahraga bukan sekadar hiburan — ia adalah sekolah kehidupan, tempat kita belajar disiplin, menghargai lawan, dan membangun solidaritas.”ucap Lameck.
Ia menambahkan, turnamen seperti ini perlu terus hidup agar menjadi wadah pembinaan karakter dan kebanggaan lokal sekaligus menggali Potensi olahraga sepak Bola bagi generasi Emas Arfak dan Papua pada umumnya.
“Generasi Arfak harus menjadi contoh bahwa dari pegunungan pun bisa lahir pemain besar dan pemimpin hebat. Teruslah bermain dengan hati dan berjuang untuk kehormatan tanah ini,” pungkasnya disambut tepuk tangan penonton.
Ucapan Terima Kasih dan Harapan
Panitia Turnamen Cawat Merah Cup I Tahun 2025 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan dalam suksesnya kegiatan ini, terutama kepada; Bung Lamek Dowansiba, Anggota DPD RI Papua Barat sebagai Sponsor Utama.
Kedua, kepada Bupati Pegunungan Arfak, Bupati Manokwari, dan Bupati Manokwari Selatan atas dukungan penuh terhadap kegiatan pemuda.
Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Asprov
PSSI Papua Barat dan Pegunungan Arfak atas pendampingan teknis selama turnamen.
Seluruh perangkat pertandingan, aparat keamanan, tenaga medis, panitia, serta masyarakat yang telah bekerja tanpa kenal lelah.
Para sponsor dan donatur yang memberikan dukungan moril maupun materil demi terlaksananya kegiatan ini.
“Tanpa dukungan semua pihak, turnamen ini tidak akan berjalan dengan baik hingga selesai. Terima kasih untuk kebersamaan dan semangat yang kalian tunjukkan,” tutup Nomen Kowi.
Lebih dari sekadar kompetisi, Cawat Merah Cup I 2025 adalah simbol kebangkitan generasi Arfak — generasi yang menyatukan semangat olahraga dengan nilai budaya dan jati diri Papua.
Turnamen ini menegaskan bahwa dari Pegunungan Arfak, semangat Sumpah Pemuda dan sportivitas tetap hidup, menyala, dan menembus batas-batas waktu menuju masa depan Papua yang maju dan bermartabat.
Pewarta Demas Ahoren





















