Pemprov Papua Barat Alokasikan Rp 7 Miliar untuk Reboisasi Hutan, Aktivis Ingatkan Pengelolaan Anggaran yang Tepat

Pemprov Papua Barat Alokasikan Rp 7 Miliar untuk Reboisasi Hutan, Aktivis Ingatkan Pengelolaan Anggaran yang Tepat

Clemens Mandacan, Mantan Ketua GMKI Cabang Manokwari

Manokwari, doberainews – Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kehutanan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 7 miliar untuk program rehabilitasi hutan tahun 2025.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Jimmy Walter Susanto, menyatakan bahwa reboisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas dinasnya, yang akan menyasar tujuh kabupaten di provinsi ini dengan penanaman berbagai jenis tanaman kehutanan dan Multi Purpose Tree Species (MPTS), seperti dilansir dari salah satu media di Papua Barat.

Clemens Mandacan, mantan Ketua GMKI cabang Manokwari, mengingatkan Dinas Kehutanan Papua Barat untuk mengelola anggaran tersebut sesuai dengan program yang terukur dan terencana. Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa lokasi reboisasi tidak bertentangan dengan rencana tata ruang yang ada dan berkoordinasi dengan dinas terkait lainnya.

Clemens juga menekankan pentingnya konsultasi dan koordinasi dengan masyarakat sekitar lokasi reboisasi untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengganggu kegiatan masyarakat dan masyarakat dapat terlibat dalam proses reboisasi. Selain itu, pemantauan dan evaluasi secara teratur juga diperlukan untuk memastikan bahwa reboisasi berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan.

Pengalaman pribadi Clemens pada tahun 2007, ketika ia terlibat dalam kegiatan reboisasi yang tidak terencana dan terukur dengan baik oleh salah satu instansi pemerintah, membuatnya prihatin dan ingin memberikan masukan konstruktif demi keberhasilan program reboisasi yang dikerjakan oleh Dinas Kehutanan Papua Barat.

“Kami menanam belasan pohon di Dataran Gunung Meja, namun kini lokasi tersebut telah berubah menjadi perumahan Kampung Insifuri. Bahkan, kami juga menanam ratusan pohon di Dataran Susweni, namun kini di lokasi tersebut telah dibangun rumah dinas Gubernur, Wakil Gubernur, dan Setda Papua Barat dan juga beberapa lokasi di andai dan maripi, itupun juga sama lokasi tersebut kini dibangun pemukiman,” ungkap Clemens.

Clemens berharap agar hal tersebut tidak terjadi dan Dinas Kehutanan Papua Barat dapat mengelola program reboisasi dengan lebih baik dan terencana sehingga anggaran 7 milyar tersebut dapat terserap tepat sasaran dan tepat guna, tidak terkesan menghabiskan anggaran tanpa bukti di masa depan.

Meskipun demikian, Clemens mengapresiasi pemerintah Papua Barat melalui dinas kehutanan yang terus menggenjot reboisasi demi pelestarian alam untuk anak cucu generasi akan datang di Bumi Papua Barat.

Semangat Gubernur Papua Barat dengan kata-katanya yang sangat menginspirasi, “Jangan tinggalkan air mata untuk anak cucu-cucu, Tetapi tnggalkanlah mata air untuk anak cucu kita,” menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berjuang dalam melestarikan alam dan lingkungan. Dengan pengelolaan yang tepat dan perencanaan yang matang, diharapkan program reboisasi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat Papua Barat, cetusnya.

Clemens juga berharap peran semua pihak, termasuk lembaga adat, organisasi, dan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat berperan aktif dalam mengawal program reboisasi yang dilaksanakan oleh dinas kehutanan Papua Barat, serta mengontrol, dan memberikan kritik serta saran konstruktif untuk melestarikan alam Papua Barat yang asri dan lestari, demi kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang, tutupnya. (rls)

Exit mobile version