Maybrat, doberainews – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kumurkek, Ibu Kota Kabupaten Maybrat, pada Selasa sore (27/5) menyebabkan banjir yang nyaris merendam rumah warga serta sejumlah fasilitas umum.
Hujan mulai turun sekitar pukul 17.00 WIT dan berlangsung lebih dari dua jam.
Akibat curah hujan yang tinggi, air meluap dan menggenangi beberapa fasilitas penting, di antaranya SD Inpres 13 Kumurkek, Koramil Aifat, Kopel Puskesmas Aifat, serta sejumlah rumah warga di sekitarnya. Hingga pukul 20.00 WIT, banjir masih belum surut.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRK Maybrat dari Fraksi PKS, Yanpiter Luis Saa, turun langsung ke lokasi terdampak di depan SD Inpres 13 Kumurkek pada pukul 21.00 WIT. Dengan membawa payung di tengah gerimis, legislator muda yang juga merupakan putra asli Kumurkek ini menyampaikan keprihatinannya.
“Banjir ini bukan pertama kali terjadi. Kumurkek sebagai Ibu Kota Kabupaten seharusnya mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, terutama soal penanganan banjir yang berulang kali terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab utama banjir adalah tumpukan sampah yang menyumbat saluran air dari hulu Sungai Smusiek dan Sungai Iwariet. Endapan tersebut membuat aliran air tersumbat hingga meluap dan merendam permukiman serta fasilitas umum.
Ulis menegaskan bahwa masalah saluran air telah menjadi persoalan klasik yang terus berulang setiap kali hujan deras turun.
“Masalah saluran air ini sudah lama terjadi, tapi tidak pernah ada penanganan serius. Padahal, penataan drainase seharusnya menjadi prioritas karena ini adalah Ibu Kota Kabupaten,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas terkait untuk segera melakukan normalisasi saluran air dengan cara menggali dan memperdalam kembali talut agar tidak lagi menimbulkan genangan saat hujan.
“Banjir ini sudah masuk kategori tanggap darurat karena terus berulang. Jika dibiarkan, dampaknya bisa membahayakan warga,” tambahnya.
Luis juga menyebutkan bahwa banjir meluas hingga ke kompleks belakang SMA Negeri 1 Aifat. Ia berharap agar kejadian di Kumurkek menjadi perhatian serius pemerintah daerah, seperti halnya bencana serupa yang baru-baru ini terjadi di Ayawasi.
“Saya minta agar pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada Kumurkek karena ini adalah pusat pemerintahan,” tandasnya.
Sebagai informasi, politisi muda partai PKS tersebut mengaku bahwa saat peristiwa terjadi, ia baru saja kembali dari kegiatan di Kampung Bori. Setelah menerima informasi mengenai banjir, ia langsung menuju lokasi untuk memantau situasi. Ia bahkan nyaris terbawa arus banjir saat hendak menyeberangi jembatan dekat SD Inpres 13 Kumurkek, namun akhirnya mengurungkan niat karena derasnya aliran air.
Pewarta Charles Fatie
Editor Redaksi
