Hermus Indou Ajak Timses Edukasi Rakyat, Bukan Tebar Narasi Negatif Kepada Lawan Politik

Hermus Indou Ajak Timses Edukasi Rakyat, Bukan Tebar Narasi Negatif Kepada Lawan Politik

Bakal Calon Bupati Kabupaten Manokwari, Hermus Indou,SIP.,MH., (kiri) dan Bakal Calon Wakil Bupati Manokwari, H. Mugiyono (Kanan)

Manokwari, doberainews – Calon Bupati Manokwari, Hermus Indou dan H. Mugiyono (Hero) mengajak tim sukses untuk mengedukasi masyarakat Manokwari melalui informasi yang sehat, santun dan visioner tanpa menyerang privasi lawan politik. Menurutnya, tim sukses merupakan cerminan dari kandidat yang didukungnya. Rabu (18/9/2024).

“Mari kita bangun politik yang cerdas, politik yang santun, dan politik yang berlandaskan pada hati nurani, yang mendidik masyarakat, karena sesungguhnya masyarakat akan belajar dari pemimpinnya. Demikian juga tim sukses adalah citra dari kandidat itu sendiri. Kemenangan kandidat, tergantung informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ucap Bupati Hermus Indou, dalam wawancara eksklusif dengan media ini.

Hermus memaparkan semua yang maju dalam konstalasi pilkada di Kabupaten Manokwari adalah anak – anak Papua, karena itu ia menghimbau agar sesama anak Papua saling menjaga harkat, wibawa dan martabat sesama anak Papua. “Mari kita jaga wibawa dan harkat, serta harga diri sesama anak Papua, dengan membangun politik yang santun,”imbuhnya.

Selanjutnya, calon petahana ini meminta tim sukses Hermus Indou dan Mugiyono (Hero) untuk mengedukasi masyarakat tanpa harus menyerang privasi lawan politik.

“Saya harapkan tim sukses tidak menyerang hal – hal subjektif dari lawan politik. Saya tidak berhak menyerang Kaka Boneftar dan Edy Waluyo dengan hal – hal yang bersifat pribadi (privasi). Tim sukses juga jangan membangun isu untuk menjelekkan dan menghujat kandidat lain, jangan terjadi pembusukan sana – sini, untuk menjatuhkan lawan politik dengan cara yang tidak cerdas,”pinta Hermus.

Bupati Manokwari periode 2019 – 2024 ini membeberkan, setiap pemimpin memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga jika ada masyarakat yang pro dan kontra marupakan yang lumrah dalam suatu kepemimpinan di daerah. “Biarkan rakyat menentukan pilihan sesuai hati nuraninya, namun sebagai pemimpin kita membangun simpati yang benar – benar objektif terkait kontribusi kita dalam membangun daerah, membangun masyarakat”beber Hermus.

Hermus mengakui Boneftar dan Edy Waluyo merupakan senior dalam birokrasi di Pemkab Kabupaten Manokwari.

“Hari ini jika saya menjadi Bupati adalah keberhasilan Kaka Boneftar juga sebab kita jadi seperti ini karena dipersiapkan oleh banyak orang, terutama kami anak – anak suku besar Arfak,”ungkapnya.

Hermus mengungkap keberhasilan suku besar Arfak merupakan bagian dari keberhasilan suku – suku lainnya di Tanah Papua.

“Suku besar Arfak tidak membangun diri sendiri, namun dibangun karena kontribusi dari suku – suku lainnya. Saya prinsipnya menghargai semua orang yang ada di Manokwari karena peradaban yang hari kita nikmati adalah kontribusi dari semua orang,”aku Hermus Indou, Calon Bupati Manokwari, Periode 2024 – 2029.

Terakhir, Hermus mengklarifikasi pernyataan dalam apel pagi di Kantor Bupati yang diduga diviralkan untuk membenturkan dirinya dengan suku besar Biak. Menurutnya, pernyataan tersebut dilontarkan untuk menggambarkan sesama anak adat harus saling menghormati tanpa harus mendiskreditkan sesama anak adat.

“Tidak ada maksud untuk menyinggung suku besar Biak di Manokwari, karena faktanya tidak adanya calon dari suku besar Biak yang maju dalam kontestasi Pilkada. Pernyataan saya hanya menggambarkan, bagaimana kita saling menghargai antar sesama anak adat. Sabab jika orang Papua mau maju, mau mengalami mukjizat Tuhan yang lebih lagi, maka mari kita harus lebih awal saling menghargai sebelum saudara – saudara kita dari Nusantara menghargai kita,”pungkasnya. (red/dn)

 

Exit mobile version