HPI Desak Pemkab Pegaf Buat Regulasi Lindungi Burung Pintar Di Pegaf

HPI Desak Pemkab Pegaf Buat Regulasi Lindungi Burung Pintar Di Pegaf

Criff Indouw, saat mendampingi salah satu tamu Wisatawan Di Pegunungan Arfak

Pegaf, doberainews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Pegunungan Arfak desak Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak untuk membuat regulasi daerah dalam upaya memajukan Ekowisata di daerah itu.

“Kami mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, agar membuat peraturan daerah (Perda) terkait perlindungan Burung Pintar (Bower Bird) di Pegaf. Selain Burung, kami juga berharap agar hutan dijaga sehingga ekosistem burung pintar tetap lestari,”ucap Criff indouw, Ketua HPI Pegunungan Arfak (Pegaf) Papua Barat kepada media ini, Sabtu (27/7/2024)

Indouw, mengungkap sebagai Pemandu Wisata (Tour Guide), ia mendapat pesanan dari para wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk melihat spesies burung Pintar (Burung Cendrawasih) di Pegunungan Arfak.

Dikatakan Indouw, Pegaf menyimpan berbagai jenis burung cenderawasih yang belum terekspose ke kalangan mancan negara sehingga keberadaan spesies tersebut perlu dilindungi melalui sebuah kebijakan daerah dan kerja – kerja kolaborasi antara elemen masyarakat baik HPI maupun lembaga konservasi lainnya sehingga ekosistem alam flora dan fauna di Pegunungan Arfak tetap terjaga dan lestari.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat pegunungan Arfak stop tembak burung dan tebang pohon. Mari kita menjaga hutan dan alam di Pegunungan Arfak. Saya juga minta kepada pemerintah Kabupaten pegunungan Arfak lebih khusus Dinas Pariwisata untuk kerja sama dengan kami HPI untuk mensosialisasikan kepada masyarakat supaya mereka mengerti dan memahami terkait menjaga alam dan lingkungan,”ujar Indouw.

Menurutnya, Pegaf menyimpan berbagai satwa Endemik seperti berbagai jenis burung dan tumbuhan yang belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga perlu melakukan kerja – kerja kolaborasi agar lembaga jenis spesies tersebut sehingga menghindari ancaman penembakan liar dan pengembangan hutan yang berlebihan dari masyarakat yang berdampak terhadap punahnya spesies endemik tersebut.

“Saya minta kepada pemerintah daerah Pegunungan Arfak agar setiap tahun diadakan festival Danau Anggi atau festival pegaf guna mempromosikan kekayaan alam kita biar dunia luar tahu,”imbuhnya.

Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia ini mendesak Pemda Pegaf membangun berbagai Homestay di wilayah itu sehingga memudahkan wisatawan baik lokal maupun manca negara untuk mengunjungi Pegunungan Arfak.

“Pegaf ini punya potensi wisata yang tak kalah saing dengan Kabupaten lainnya di Papua Barat dan Indonesia pada umumnya. Karena itu butuh dukungan dari pemerintah dengan menyediakan berbagai fasilitas dsn sarana prasarana seperti Homestay guna mendukung wisatawan untuk berkunjung ke Pegunungan Arfak,”harapnya.

Pewarta Demas Ahoren
Editor Redaksi

Exit mobile version