Sikapi Kekecewaan Bupati Pegaf, Mahasiswa Pegaf Harap Bupati Ganti Pimpinan OPD Yang Malas Masuk Kantor

Sikapi Kekecewaan Bupati Pegaf, Mahasiswa Pegaf Harap Bupati Ganti Pimpinan OPD Yang Malas Masuk Kantor

Mahasiswa asal Pegunungan Arfak, Riko Rikson Iba yang juga adalah Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manokwari

Pegaf, doberainews – Mahasiswa asal Pegunungan Arfak, Riko Rikson Iba yang juga adalah Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manokwari menyikapi kekecewaan Bupati Pegunungan Arfak atas ketidakhadiran sejumlah Pimpinan OPD dalam rapat evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Riko menerangkan Bupati Yosias Saroy mengungkapkan rasa kecewaan kepada sejumlah pimpinan OPD yang tidak menghadiri undangannya melalui rekaman suara (audio) yang diteruskan dalam berbagai media sosial, salah satunya Group WhatsApp Peduli Kabupaten pegunungan Arfak.

“Saya merasa kecewa dan menyesal terhadap sejumlah Pejabat OPD yang tidak menghadiri undangan saya, yang saya sebarkan secara langsung dalam beberapa hari lalu. Padahal saya sudah kasih Jabatan namun kepan tidak menghargai saya untuk menghadiri undangan yang saya tulis tangan sendiri itu,”ujar Riko, mengutip pernyataan Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy dalam keterangan pesan suara, Selasa (11/6/2024)

Menyikapi itu, mahasiswa asal Pegaf ini meminta kepada Pejabat OPD dan ASN yang merasa diri bekerja di Kabupaten Pegunungan Arfak agar aktif membantu Bupati dalam melayani masyarakat di 10 Distrik dan 166 Kampung.

“Apalagi undangan yang saya lihat Bapak Bupati sebarkan merupakan undangan untuk Rapat Evaluasi OPD, sehingga kalau pimpinan OPD tidak hadir maka Bupati mau evaluasi dengan siapa, tidak mungkin beliau evaluasi dengan masyarakat,”ujarnya.

Selama ini kata dia, mungkin hanya Bupati Pegaf dan beberapa bawaan yang aktif sendiri di bekerja di kantor, sementara yang lain semua ada di Manokwari, padahal sudah diberi Jabatan, difasilitasi dengan mobil, sudah mendapatkan Gaji dan lain-lain. Namun tidak Aktif untuk melayani masyarakat di kabupaten Pegunungan Arfak secara utuh.

Selama ini kami lihat, banyak mobil (plat merah) pejabat Pegaf yang digunakan di Manokwari, padahal fasilitas tersebut diberikan dengan tujuan untuk melayani masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak bukan di Manokwari,”ungkapnya.

Saya lihat Pejabat Pegaf rata-rata tinggal di Manokwari, artinya bahwa mereka akan mendapatkan gaji dari Pegaf pakai belanja kebutuhan di Manokwari dan itu akan berdampak keterlambatan perputaran ekonomi di Kabupaten Pegunungan Arfak,”ujarnya.

Diharapkan agar Pejabat OPD dan ASN yang sudah mendapatkan Jabatan, Fasilitas Gaji dan lain-lain atas nama Kabupaten Pegunungan Arfak agar lebih aktif membantu Bupati untuk membangun dan melayani masyarakat dengan baik ke depan.

Saya berharap agar Bupati Pegaf melihat Pejabat OPD yang tidak aktif untuk melakukan perombakan lagi demi mewujudkan Kabupaten Pegunungan Arfak yang maju, mandiri dan sejahtera,” harapnya.
(Red/dn)

Exit mobile version