MANOKWARI, doberainews — Polda Papua Barat melalui Polres Pegunungan Arfak diminta memprioritaskan putra-putri asli Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) dalam seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Tokoh pemuda Pegunungan Arfak, Jerry Saiba, menegaskan seleksi penerimaan anggota Polri di wilayah Papua Barat seharusnya memberikan perhatian khusus kepada putra daerah dari masing-masing kabupaten, termasuk Pegaf.
“Kami berharap seleksi Bintara dan Tamtama Polri di Polda Papua Barat memprioritaskan anak-anak asli daerah. Kuota Pegaf harus diberikan khusus kepada anak-anak asli Arfak dari Kabupaten Pegunungan Arfak,” ujar Jerry kepada media ini, Sabtu (28/3/2026)
Ia juga meminta Polres Pegunungan Arfak memastikan kuota daerah tersebut tidak diisi oleh peserta dari kabupaten lain.
“Kami harapkan Polres Pegaf memprioritaskan anak-anak asli Pegaf. Jangan sampai kuota Pegaf diisi dari kabupaten lain. Biarkan anak-anak Pegaf sendiri yang mengisi kuota tersebut,” tegasnya.
Menurut Jerry, kondisi sosial budaya masyarakat Pegunungan Arfak memiliki karakteristik tersendiri sehingga membutuhkan aparat kepolisian yang memahami situasi lokal dan mampu beradaptasi dengan masyarakat setempat.
“Selama ini ada aparat yang tidak bertahan lama bertugas di Pegaf. Kalau anak-anak asli daerah sendiri yang menjadi polisi dan kembali bertugas di Pegaf, tentu mereka lebih mampu beradaptasi dengan masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak agar putra-putri asli Arfak dapat diakomodasi dalam seleksi Bintara dan Tamtama Polri tahun ini.
“Kami berharap Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Saiba dan Gubernur Papua Barat dapat memberikan perhatian agar lebih banyak anak-anak Arfak lolos seleksi tahun ini,” ujarnya.
Selain itu, Jerry meminta Kapolda Papua Barat memberikan perhatian khusus kepada putra-putri asli Papua dari tujuh kabupaten di wilayah Papua Barat dalam proses seleksi.
“Kami berharap tahun ini anak-anak asli Papua dari tujuh kabupaten di Papua Barat bisa diprioritaskan. Jangan sampai kuota mereka diisi peserta dari luar daerah,” katanya.
Sementara itu, Polda Papua Barat telah membuka penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian serta calon Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran berlangsung di seluruh polres jajaran sejak 13 hingga 31 Maret 2026.
