Teluk Bintuni, doberainews -Warga Kampung Morombuy, Distrik Merdey, Kabupaten Teluk Bintuni, berharap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, memberi perhatian terhadap pembangunan di wilayah mereka yang dinilai masih tertinggal.
Sekretaris Kampung Morombuy, Lukas Orocomna, mengatakan Kampung Morombuy dan Mekiyesep merupakan dua kampung tertua di Distrik Merdey. Namun hingga kini, menurut dia, keduanya belum tersentuh pembangunan secara memadai.
“Sudah sekitar 50 tahun Injil masuk di kampung ini. Sejak masih bergabung dengan Manokwari sampai sekarang, untuk ke Distrik Merdey kami masih harus berjalan kaki dan menyeberangi Kali Meyos,” ujar Lukas, Rabu (25/2/2026)
Ia menuturkan, warga selama ini aktif berpartisipasi dalam setiap pemilihan umum, mulai dari pemilihan presiden, gubernur, bupati, hingga anggota legislatif. Namun, aspirasi terkait pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan listrik, belum terealisasi.
“Kami selalu ikut memilih. Kami berharap pemerintah, khususnya Bapak Gubernur, tidak melupakan kondisi masyarakat di sini,” katanya.
Hal senada disampaikan Eduard Orocomna, anggota Pokja Adat MRP Papua Barat dari wilayah tersebut.
Ia menyebut akses dari Kampung Meriyep menuju Morombuy dan Mekiyesep masih sangat terbatas. Warga harus menyeberangi sungai menggunakan jembatan tali dan melintasi medan terjal berupa perbukitan serta lembah.
Menurut Eduard, hingga kini jalan darat belum terhubung secara memadai dan aliran listrik juga belum tersedia. Untuk mencapai ibu kota Distrik Merdey, warga harus berjalan kaki sekitar 20 kilometer.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni meninjau langsung kondisi Distrik Merdey, khususnya Kampung Morombuy dan Mekiyesep, agar dapat melihat situasi riil yang dihadapi masyarakat.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah terhadap pembangunan di kampung-kampung ini,” ujarnya. (rls)

















