Manokwari, doberainews – Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU) Papua Barat resmi menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) I Tahun 2025 di Ballroom Hotel Oriestom Bay, Taman Ria Manokwari, Senin (1/12/2025). Forum perdana ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Sulawesi Utara yang berdomisili di Papua Barat untuk memperkuat persatuan melalui tema besar “Torang Samua Basudara.”
Muswil dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga Sulawesi Utara dari berbagai wilayah Papua Barat. Kehadiran mereka menegaskan besarnya ekspektasi terhadap terbentuknya wadah resmi yang dapat memperkuat komunikasi, kerukunan, dan solidaritas sesama perantau Sulawesi Utara.
Ketua Panitia Muswil KKSU Papua Barat, Jhon Aunsi Pangetti, yang juga perwakilan Suku Talaud, menegaskan bahwa Muswil I bukan sekadar agenda pemilihan ketua, tetapi juga langkah strategis menyatukan seluruh sub-suku Sulawesi Utara di tanah Papua Barat.
“Sulawesi Utara terdiri dari empat sub-suku, di antaranya Minahasa, Talaud, Sanger, dan Bolaang Mongondow. Jumlah perantau semakin besar, sehingga perlu dibentuk kerukunan resmi untuk mempersatukan kita semua,” ujar Jhon.
Menurutnya, kekuatan terbesar masyarakat Sulawesi Utara adalah persatuan. “Hari ini kita satukan tekad demi kemajuan keluarga besar Sulawesi Utara di Papua Barat,” tegasnya.
Dalam Muswil I, warga KKSU akan memilih Ketua Kerukunan sekaligus membentuk struktur kepengurusan di tingkat tujuh kabupaten se-Papua Barat. “Target kami, ketua umum terpilih akan dilantik pada Januari 2026, dilanjutkan konsolidasi pembentukan kepengurusan di seluruh kabupaten,” jelasnya.
Dua figur yang telah resmi mendaftar sebagai calon Ketua KKSU Papua Barat adalah Jhon Aunsi Pangetti dan Benny Supit. Jhon berharap seluruh keluarga besar Sulawesi Utara bisa menerima dan mendukung hasil keputusan Muswil tanpa terkecuali.
“Kami berharap siapapun yang terpilih, harus didukung penuh oleh seluruh keluarga Sulawesi Utara di Papua Barat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hadirnya KKSU bukan hanya untuk kepentingan internal kerukunan, tetapi juga sebagai wadah yang ikut menopang pembangunan dan menjaga stabilitas daerah.
“Orang Sulawesi Utara di mana pun berada selalu menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. KKSU hadir mendukung pemerintah, pembangunan, persatuan, kerukunan umat beragama, serta menjaga kamtibmas di Papua Barat,” tutupnya. (red/dn)

















