Kaimana, doberainews – Manuver politik PDI Perjuangan di Papua Barat memasuki fase konsolidasi. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kaimana secara eksplisit mengeluarkan mandat politik untuk mendorong Ketua DPD, Markus Waran, sebagai calon tunggal Gubernur Papua Barat pada Pilkada 2030.
Politik Kader dan Pengalaman Birokrat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kaimana, Irsan Lie, menegaskan bahwa Pilgub 2030 adalah momentum bagi partai untuk mengusung kader internal. Tiga kali, PDI Perjuangan Kaimana sebagai Pemenang Pileg. Ratusan kader, basis struktural dan simpatisan tengah disiapkan untuk konsolidasi kemenangan pada Pileg dan Pilkada 2030.
“PDI Perjuangan Kaimana, dengan seluruh struktur, pasang badan untuk mengantarkan Ketua DPD maju. Ini adalah komitmen 100 persen yang sudah kami canangkan,” tegasnya, pekan lalu.
- Dukungan ini didasarkan pada rekam jejak faktual Waran yang dinilai proven dan strategis:
Pengalaman Eksekutif: Dua periode menjabat sebagai Bupati. - Kepemimpinan Partai: Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat yang memimpin konsolidasi.
- Aset Politik: Dikenal sebagai figur yang terbuka, merakyat, dan santun—modal sosial penting untuk memimpin Papua Barat di masa depan.
Waran Siap Maju, Kunci Wakil di Selatan.
Menanggapi dukungan ini, Markus Waran secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk bertarung di Pilgub 2030.
“Sudah jelas, saya maju Pilgub Papua Barat,” tegas Waran.
Namun, ia meletakkan prasyarat geopolitik untuk posisi Calon Wakil Gubernur. Figur wakil wajib berasal dari Selatan Papua Barat (Kaimana atau Fakfak). Pemilihan figur ini akan melalui mekanisme kuisioner dan survei dukungan publik.
“Kami tidak membawa wakil yang hanya datang, duduk, diam, dan tidak bisa menyuarakan kondisi riil masyarakat dari Fakfak dan Kaimana,” tegasnya, mengisyaratkan kebutuhan figur co-pilot yang aktif dan merepresentasikan aspirasi regional.
Akselerasi Konsolidasi Struktural 2025-2026
Untuk memenangkan kontestasi futuristik ini, PDI Perjuangan sedang mengencangkan ikat pinggang melalui konsolidasi partai yang intensif dalam empat tahun ke depan. Fokus utama adalah pembentukan dan peremajaan struktur pengurus (DPC, PAC, hingga Anak Ranting) di 7 Kabupaten se-Papua Barat.
“Saat ini, kami sudah tuntas di Kaimana per 13 November 2025. Selanjutnya adalah Fakfak, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Pegunungan Arfak (Pegaf), Manokwari Selatan dan Manokwari. Mekanisme ini penting untuk memastikan mesin partai bekerja optimal,” pungkas Waran, menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan basis elektoral yang kokoh. (red/dn)





















