Wabup Maybrat Tutup Konferensi PGRI XXIII: Dorong Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan di 259 Kampung

Wabup Maybrat Tutup Konferensi PGRI XXIII: Dorong Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan di 259 Kampung

Foto bersama Wakil Bupati usai menutup kegiatan Konferensi PGRI XXIII di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya

Maybrat, doberainews – Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, secara resmi menutup Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maybrat ke-XXIII Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Rapat Sekretariat Daerah, Kantor Bupati Maybrat, Rabu (30/7/2025).

Penutupan kegiatan dilakukan usai pemilihan dan pelantikan pengurus baru PGRI Kabupaten Maybrat yang dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Papua Barat Daya, Leberina Selfiana Lagu, S.Pd., M.Pd. Apolos Taa resmi dilantik sebagai Ketua PGRI Kabupaten Maybrat masa bakti 2025–2030 bersama komposisi kepengurusan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ferdinando Solossa menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus baru yang telah terpilih, dan menegaskan pentingnya peran PGRI dalam membangun sektor pendidikan di wilayah yang terdiri dari 259 kampung tersebut.

“Bapak ibu guru adalah garda terdepan yang mencerdaskan anak-anak bangsa di seluruh pelosok Maybrat. Oleh sebab itu, sinergi antara PGRI dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia,” tegasnya.

Wakil Bupati juga mendorong pengurus baru agar segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menyusun agenda rapat kerja dan menyelaraskan program-program strategis lima tahun ke depan dengan visi-misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah periode 2025–2030.

“Pendidikan harus menjadi perhatian serius. Indeks pembangunan manusia kita masih rendah, dan beberapa distrik terluar belum mendapat akses layanan pendidikan maksimal. Ini tantangan kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dirancang secara komprehensif dengan langkah nyata, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang, agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar yang berlangsung.

“PGRI dan pemerintah harus merumuskan solusi nyata untuk memastikan pendidikan menjangkau seluruh anak-anak Maybrat, tanpa terkecuali,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PGRI terpilih, Apolos Taa, menyampaikan bahwa musyawarah dan pemilihan berjalan lancar. Komposisi pengurus telah terbentuk dan mencerminkan keterwakilan wilayah, dengan program kerja yang akan berjalan selaras dengan kebijakan pusat dan provinsi.

“Kami akan bergerak cepat menyelesaikan administrasi kartu anggota PGRI dan memperjuangkan tunjangan guru yang belum diterima,” ungkap Apolos.

Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk tetap solid dan kompak dalam menjalankan seluruh program kerja yang telah disusun bersama demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Maybrat.

Pewarta Charles Fatie

Editor Redaksi

Exit mobile version