Teluk Bintuni, doberainews – Sulfianto Alias, Direktur LSM Panah Papua, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang yang menuduhnya memiliki afiliasi politik tertentu. Insiden ini menuai kecaman luas, termasuk dari Yohanis Manibuy, Bupati Terpilih Teluk Bintuni, yang sangat menyesalkan tindakan kekerasan tersebut.
Yohanis Manibuy memohon kepada Kapolda Papua Barat untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Ia juga meminta Polres Teluk Bintuni segera mengusut tuntas insiden ini dan menangkap para pelaku yang terlibat. Menurut Yohanis, aksi kekerasan tersebut merupakan tindakan yang sudah melampaui batas kemanusiaan.
“Perbuatan ini adalah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Sulfianto dikenal luas atas dedikasinya dalam advokasi lingkungan, dan apapun afiliasi politiknya, itu adalah bagian dari hak demokratis yang seharusnya dilindungi,” tegas Yohanis.
Sulfianto selama ini dikenal sebagai aktivis yang vokal dalam isu-isu lingkungan di Teluk Bintuni. Tindak kekerasan yang dialaminya tidak hanya mencoreng nilai-nilai demokrasi, tetapi juga menjadi alarm bagi perlindungan hak individu dalam menyuarakan aspirasi politiknya.
Masyarakat dan berbagai pihak menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak tegas. Penanganan kasus ini dinilai penting untuk memastikan bahwa kekerasan tidak menjadi alat untuk membungkam kebebasan berpendapat dan berpolitik di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Sulfianto dilaporkan sedang dalam perawatan akibat luka-luka yang dideritanya. Aparat kepolisian diharapkan segera memberikan perkembangan lebih lanjut terkait penyelidikan kasus ini. (red/dn)
