Manokwari, doberainews – Organisasi Kemasyarakatan Parlemen Jalanan Papua Barat menyoroti Sinode GKI di Tanah Papua terkait Imbauan Sinode kepada Warga Jemaat GKI untuk memilih pasangan calon.
Menurutnya, imbauan tersebut terkesan memecah bela sesama anak – anak Tuhan yang sedang maju dalam pilkada serentak pada 27 November 2024 di seluruh Tanah Papua.
“Kalau imbauan mendukung dan mensukseskan Pilkada Damai, ajakan agar warga jemaat tidak golput, ajakan untuk menjaga kedamaian dan ketentraman masyarakat, kami setuju karena bagian dari tugas pelayanan Gereja tapi kalau ajakan untuk memilih pasangan calon dari GKI, kami rasa gereja sudah tidak berdiri lagi dalam koridor penggembalaan tapi sudah masuk kedalam politik praktis,”ucap Ronald Mambieuw kepada media ini, Rabu (30/10/2024).
Dijelaskan lembaga keagamaan seharusnya netral dan tidak terlibat dalam politik praktis sehingga tidak menciptakan perpecahan kepada jemaat. “Tentu politik praktis memiliki konsekuensi politik. Jika imbauan seperti itu, dan yang terpilih dari dedominasi lain akan berdampak terhadap eksistensi lembaga agama kedepan dalam kebijakan pembangunan. Kami harap gereja GKI tidak membuat seruan yang menciptakan perpecahan dalam jemaat,”ucapnya.
“Sebagai anak GKI, saya merasa imbauan dan seruan Sinode GKI bisa menciptakan perpecahan dalam jemaat terutama anak – anak GKI yang tengah terlibat dalam partai politik atau gabungan partai politik yang ikut mendukung pasangan calon. Kami harap ada klarifikasi dari Sinode GKI di Tanah Papua agar tidak menciptakan perpecahan diantara kita anak – anak GKI,”harapnya.
Terakhir, Ketua Organisasi Kemasyarakatan Parlemen Jalanan Papua Barat ini mengingatkan para pemimpin agama untuk tetap netral dalam mengawal pemilu kada yang tengah berlangsung di seluruh Indonesia dan tanah Papua, khususnya.
“Kami harap para pimpinan agama, ketua – ketua Klasis, Sinode dan MUI, Ketua Agama Hindu, Budah tidak tidak terlibat politik praktis karana berdampak pada perpecahan umaat, melainkan terus menyuarakan suara kenabian, pesan kedamaian dan cinta kasih,”harapnya.
Sebelumnya, dalam surat Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua yang ditandatangani oleh Ketua Sinode nomor 453/B-/IX/2024 perihal surat penggembalaan tertanggal 12 September 2024 pada poin ketiga alinea ketiga mengajak warga GKI untuk menentukan pilihan hanya kepada anak – anak GKI yang sementara berkompetisi dalam Demokrasi. (red/dn)





















