Mansel, doberainews – Dinas Kominfo, Persandian dan Komunikasi (Kominfo) Kabupaten Manokwari Selatan mendorong percepatan pembangunan infrastuktur dalam rangka tranformasi digital di Kabupaten Manokwari Selatan.
Bastian Winston Marini,SE., Kepala Bidang Kominfo Kabupaten Manokwari Selatan mengungkap berdasarkan evaluasi bersama BPK dan Bappeda Mansel, belum ada kebijakan ril terkait upaya mendorong percepatan pembangunan infrastuktur tranformasi digital di Manokwari Selatan.
“Kita punya program untuk menjawab program nasional, Transformasi Digital ini sudah ada namun belum ada kebijakan di daerah. Kalau ada kebijakan dari pak Bupati, pasti program ini bisa berjalan. Padahal dalam visi misi Bupati, ada Tranformasi digital. Kita sudah usulkan ke Bappeda, dengan sumber anggaran DTI namun belum ada kejelasan dari Bappeda,”ungkap Bastian, kepada media ini, Jumat (18/10/2024)
Dijelaskan dalam RAB yang diusulkan, beberapa program strategis pembangunan transformasi digital yakni Kominfo fokus menyiapkan sarana prasarana teknologi, jaringan telekomunikasi, dan infrastruktur teknologi yang lain – lain untuk mendukung sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).
“Mansel masih tertinggal, karena itu kami harapkan dukungan daerah, dukungan pemerintah pusat melalui Dana Tambahan Infrastruktur (DTI). Namun belum ada kejelasan, padahal time limit pengusulan sisa satu bulan lagi sistem sudah terkunci,”ucap Marini.
Kabid Kominfo Kabupaten Manokwari Selatan ini mengungkap berdasarkan hasil rapat kordinasi dan arahan dari Kementerian Kominfo RI untuk berkordinasi dengan Bappeda Mansel agar mendapat dukungan DTI namun hingga saat ini belum ada kepastian dari Bappeda. “Kita sudah ajukan ke Bappeda namun belum ada kejelasan, sementara membangun sistem pemerintahan berbasis elektronik adalah tantangan daerah untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah kedepan,”ujarnya.
Dipaparkan literasi digital di Mansel masih tertinggal jauh dibanding daerah – daerah lain di Papua Barat. “Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), Mansel sekitar 26 persen dibawa standar. Karena itu, target kita, Tahun 2025 bisa mencapai target 50 persen kalau program ini dijawab”harapnya
Beberapa kegiatan yang telan direncanakan antara lain, pengadaan TV Digital, Smart TV, Komputer, Video Dron, HP Digital, Dron, pengadaan WiFi di kantor – kantor, sekolah dan WiFi Publik, dan peningkatan jaringan internet di pelosok kampung terpencil.
“Harapan kita dengan hadirnya program – program itu, layanan WiFi di kantor – kantor bisa berjalan, dan minimal anak – anak sekolah bisa mendapat akses internet gratis. Masyarakat di kampung – kampung terpencil bisa terkonekasi dengan jaringan internet,”harapnya.
Dia mengakui saat ini akses telekomunikasi masyarakat di pinggiran terutama kampung – kampung terpencil di Mansel gunakan jaringan XL sehingga sulit untuk menggunakan android. “Kita harapkan agar perubahan jaringan ke Telkomsel sehingga masyarakat bisa mengakses internet,”ujarnya.
“Kita usulkan agar penambahan kapasitas agar masyarakat bisa mengakses jaringan internet secara merata,”sambungnya.
Ditambahkan pemerintah pusat melalui kementerian Kominfo telah menekankan untuk transformasi digital di Indonesia. Mendorong setiap daerah agar masuk kedalam fase ekonomi digital, dimana UMKM masyarakat bisa dipasarkan berbasis digital.
“Untuk masuk ke dalam ekonomi digital maka kita harus siapkan jaringan, proses edukasi dan literasi digital sehingga masyarakat sudah siap masuk kedalam transformasi digital yang saat ini sedang berkembang. Kami harapkan Bappeda terbuka, menjawab usulan Kominfo agar program – program transformasi digital bisa berjalan. Kita harapkan ada PAGU anggaran terutama Dana DTI,”harapnya.





















