Marthen Howay Dinilai Berkontribusi Nyata Terhadap Pemulangan Eksodus Maybrat Dari Sektor Pertanian

Marthen Howay Dinilai Berkontribusi Nyata Terhadap Pemulangan Eksodus Maybrat Dari Sektor Pertanian

Maybrat, doberainews – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat dibawah kepemimpinan Marthen Howay diakui berperan aktif dalam pengembalian warga pengungsi internal Maybrat pasca peristiwa penembakan terhadap anggota TNI pada 2021 silam.

Salah satu tokoh pemuda Aifat Timur Raya, Markus Hae mengakui pasca terjadinya gejolak tersebut warga memilih mengungsi di Kampung tetangga. Namun berkat kehadiran Dinas Pertanian aktivitas masyarakat pun berangsur angsur normal kembali hingga sekarang.

Markus mengatakan, Kadis Marthen Howay juga aktif bersinergi bersama pihak TNI di dalam berbagai gerakan pertanian yang dilakukan guna untuk mengembalikan kondisi trauma yang dialami masyarakat ketika itu.

“Semenjak pemulangan warga eksodus, beliau (Bapak Marthen Howay) sudah ada disana melakukan gerakan pertanian yang benar-benar menyentuh kepada kami masyarakat Aifat Timur Raya. Beliau sudah duluan ada disana sebelum tim pemulangan eksodus Maybrat dibentuk,” ungkapnya kepada media ini, jumat (9/8/2024).

“Saya sebagai tokoh pemuda Aifat Timur Raya yang meliputi 4 distrik, menilai bahwa Dinas Pertanian yang dipimpin oleh Bapak Marthen Howay sampai selama ini berikan perhatian luar biasa. Walaupun hari libur beliau selalu ada disana dgn masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, semua pemimpin OPD yang ada di Maybrat bagusnya bekerja memberikan kontribusi secara nyata untuk masyarakat sebagaimana yang dilakukan oleh Marthen Howay.

“Oleh karena itu, sebagai intelektual sekaligus mewakili masyarakat Aifat Timur Raya, dan Maybrat umumnya kami butuh sosok pemimpin yang sama seperti pak Marthen Howay di Maybrat kedepan,” tegas Markus.

Seperti diketahui, Marthen Howay saat ini menjabat sebagai kepala dinas pertanian dan Perkebunan Kabupaten Maybrat, Karena karya dan pelayanannya, ia juga dipercayakan mengemban amanah sebagai Plt. Kepala Bappeda Maybrat.

Saat ini, Alumni Fakultas Kehutanan Unipa Manokwari tersebut kini melaju mencalonkan diri untuk bertarung di Pilkada Bupati Kabupaten Maybrat periode 2024-2029, berpasangan dengan Manfred Mate.

Markus melihat, kedua pasangan mempunyai kemestri yang cocok untuk pemimpin Maybrat lima tahun yang akan datang.

Apalagi kata Markus, bakal calon wakil Bupati Manfred Mate adalah sosok birokrasi yang berpengalaman, juga berasal dari Aifat Timur Tengah dan betul-betul paham kondisi warga masyarakatnya.

“Beliau sangat cocok berpasangan dengan pak Marthen Howay, karena sejak kejadian disana beliau berdua selalu aktif, Pak Marthen sebagai Kadis pertanian hadir dari sektor pertanian dan Manfred Mate ikut mendampingi sebagai tim pemulangan pengungsi Maybrat,” pungkasnya.
Pewarta Charles Fatie
Editor Redaksi

Exit mobile version