35 Advokat Manokwari Bersatu Kawal Kasus Teror Penembakan Terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy, Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku 

35 Advokat Manokwari Bersatu Kawal Kasus Teror Penembakan Terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy, Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku 

Foto Tim Pencari Fakta Advokat Manokwari Bersatu

Manokwari, doberainews – 35 Advokat Manokwari Bersatu Kawal Kasus Teror Penembakan terhadap Advokat Senior Yan Ch. Warinussy,SH ., yang dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Perempatan Lampu Merah (Traffic Light) Sanggeng Manokwari, pada 17 Juli 2024 pukul 16.00 Wit.

Ketua Tim Pencari Fakta Advokat Manokwari Bersatu, Mauren Ayomi,SE.,SH.,MH., mengatakan pihaknya telah membentuk tim pencari fakta yang melibatkan 35 Advokat yang berasal dari beberapa asosiasi Advokat dan Lembaga Hukum di Manokwari antara lain, PBH Peradi Manokwari, DPC Peradi, Peradin Papua Barat, Konggres Advokat Indonesia (KAI), LP3BH Manokwari, YLBH Sisar Matiti, YLBH Papua Barat, P2BH STIH Manokwari, LKBH Caritas Papua dan Pos Bakumdin Papua Barat serta advokat perorangan lainnya.

“Tujuan dari pembentukan tim pencari fakta Manokwari Bersatu untuk mencari, mengumpulkan dan menggali informasi sebanyak mungkin terkait dengan kasus teror penembakan terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy yang terjadi di traffic Light Sanggeng Manokwari,” ucap Advokat Mauren Ayomi, SE.,SH.,MH., kepada media ini, Sabtu (20/7/2024).

Ketua Tim Pencari Fakta Advokat Manokwari Bersatu, Mauren Ayomi,SE.,SH.,MH.

Pembentukan tim pencari fakta untuk mendukung, berdampingan dan bekerjasama dengan Polresta Manokwari dan Polda Papua Barat untuk secepat mungkin dapat mengungkap pelaku penembakan.

“Kami apresiasi langkah cepat dari Polda Papua Barat dan Polresta Manokwari yang telah melakukan upaya – upaya pengungkapan kasus tersebut. Kami juga menekankan kepada pihak kepolisian untuk dapat mengungkap perkara yang dilakukan terhadap Advokat Yan Ch Warinussy,”ujar Ayomi.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolresta Manokwari dan Pak Kapolda yang telah menaruh perhatian dengan mengunjungi Korban di RSUP Papua Barat. Kami percaya, Pak Kapolda bersama jajaran akan mengungkap kasus tersebut,”sambungnya.

Mauren menambahkan aksi teror penembakan terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy memicu kekhawatiran dari para kerja sosial terutama para advokat, Pekerja Pers, Aktivis dan para penegak hukum yang tengah berjuang menegakan keadilan di Indonesia.

“Kasus yang menimpah rekan kita, berdampak terhadap semua penegak hukum. Kami merasa tidak nyaman, untuk itu kami mendesak agar aparat untuk segera mengungkap motif dan menangkap pelaku agar tidak beredar isu – isu liar di masyarakat yang berpotensi dimanfaatkan untuk mengganggu kondisi Kamtibmas,”tuturnya.

Diakui sebagai pekerja pembela keadilan, tentu diperhadapkan dengan berbagai masalah dan ancaman namun sebagai advokat, mereka sudah siap untuk menerima segala konsekwensinya.

“Kami sebagai advokat sudah siap dengan segala konsekwensi, karena itu kami tetap tegar berdiri agar keadilan ditegakkan. Itu konsekuensi dari suatu profesi,”ujarnya.

Dia mengakui banyak kekhawatiran dari para pekerja sosial di Manokwari Papua Barat terkait kasus ini, karana itu mereka mendesak agar persoalan ini segera dituntaskan semua pihak merasa nyaman dengan profesi yang mereka tekuni terutama profesi yang berhubungan dengan penegakan hukum.
“Kami percaya, aparat penegak hukum baik Polresta maupun Polda Papua Barat akan mengungkap kasus ini,”pungkasnya. (red/dn)

Exit mobile version