Maybrat, doberainews – Pada Rabu 17 Juli 2024, Gereja Katolik Santo Yoseph Ayawasi menjadi saksi dari sebuah peristiwa penting dalam kehidupan Gereja Katolik di wilayah keuskupan Manokwari-Sorong. Dimana, empat orang imam baru dari Ordo Santo Agustinus atau OSA resmi menerima Sakramen Tahbisan Imamat oleh yang mulia Uskup Manokwari-Sorong Mgr. Hilarion Datus Lega Pr.
Acara sakramen tahbisan imamat ini menjadi momen bersejarah bagi Gereja Katolik karena merupakan langkah penting dalam mempersiapkan pelayanan rohani bagi umat. Peristiwa ini sekaligus menjadi momen bersejarah yang akan dikenang oleh umat Katolik paroki setempat.
Peristiwa ini menarik perhatian ratusan umat yang hadir dalam ibadah tersebut. Mereka berduyun -duyun menghadiri momen suci ini dan memberikan doa serta dukungan untuk empat imam baru yang sedang mereka rasakan, di saat mereka memasuki tahap baru dalam membangun hubungan dengan umat dan menjalankan tugas pastoral mereka.
Prosesi pentahbisan calon imam baru di Gereja Katolik telah menjadi bagian integral dari tradisi dan keyakinan Gereja selama berabad-abad. Melalui prosesi ini, calon imam diangkat menjadi pelayan yang selaras dengan Kristus, baik dalam persekutuan dengan umat maupun dalam pengabdiannya kepada Gereja.
Acara pentahbisan berlangsung dalam perayaan ekaristi tersebut dihadiri oleh Penjabat Bupati Maybrat Bernhard E Rondonuwu didampingi sejumlah pejabat, para Biarawati, Pastor. OSA se wilayah keuskupan Manokwari-Sorong, orang tua imam baru, para tamu undangan serta seluruh umat di paroki setempat.
Keempat imam baru yang ditahbiskan menjadi imam baru pada kesempatan ini adalah Diakon Ignasius Dile OSA, Diakon Falerius Serin OSA, Yohanes Berchmans Take Lengari OSA dan Diakon Oliver Watae OSA.
Uskup Mgr. Hilarion Datus Lega dalam homilinya menyampaikan bahwa tahbisan imamat merupakan panggilan yang suci dan mulia, serta merupakan pelayanan yang memerlukan kesetiaan, ketekunan, dan kesabaran yang besar. Beliau juga mengajak seluruh umat Katolik untuk terus mendoakan dan mendukung keempat imam baru ini dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan umat dan selalu setia dalam menghadapi tantangan dan tugas-tugas pastoral dengan kuat dan penuh kasih.
“Mereka ini dipilih oleh Tuhan tanpa jasa, tanpa status sosial, tanpa latar belakang apapun untuk dipilih menjadi imam. Semoga keempat imam baru ini senantiasa diberkati dan dipermudah dalam menjalankan tugas mereka sebagai pelayan umat” ucapnya.
Uskup Hilarion dalam kesempatan ini menyampaikan selamat kepada calon imam yang telah ditahbiskannya menjadi imam baru. Yang mulia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak, baik umat Paroki Santo Yoseph Ayawasi maupun pemerintah daerah Kabupaten Maybrat atas dukungannya.
Sementara, Penjabat Bupati Maybrat Bernhard E. Rondonuwu mengatakan, pemerintah dan masyarakat menyampaikan selamat kepada calon imam yang resmi menjadi imam baru serta kedua orang tua mereka yang berkesempatan hadir dalam momen berbahagia tersebut.
Menurut Pj Bupati, tugas penting bagi keempat calon imam adalah pelayanan dan kesetiaan kepada masyarakat atau umat dimana mereka akan ditugaskan mejadi seorang pelayan.
“Begitupun sebaliknya, dukungan daripada umat juga penting, baik berupa doa maupun sikap dan tindakan lainnya daripada umat sangat diperlukan. Pemerintah selalu mendorong pemberdayaan masyarakat karena pemerintah selalu berada di tengah- tengah masyrakatat. Sama dengan pastor yang baru, selalu harus berada di tengah -tengah umat dalam suka maupun dalam duka dari seluruh lapisan masyarakatat,” ungkapnya.
Melalui momen bersejarah tersebut, Bernhard berpesan peristiwa ini dapat menjadi bagian penting untuk saling memotivasi generasi muda katolik Aifat Maybrat di kemudian hari.
“jadi sekali lagi kami mengucapkan selamat kepada keempat calon imam yang ditahbiskan jadi imam atau pastor baru,” pungkasnya.
Pewarta Charles Fatie
Editor Redaksi
