3 Kampung Di Kokoda Utara Terendam Banjir, Pemkab Sorsel dan Pemprov PBD Diminta Segera Tanggap Darurat

3 Kampung Di Kokoda Utara Terendam Banjir, Pemkab Sorsel dan Pemprov PBD Diminta Segera Tanggap Darurat

Sejumlah Rumah Di Distrik Kokoda Utara Terendam Banjir

Sorsel, doberainews – Terjadi Hujan Deras sejak 15 hingga 18 Juni 2024 mengakibatkan banjir besar melanda 3 kampung di Sorong Selatan yakni Kampung Bubuko, Kampung Adona, dan serta Kampung Kayo Biro Distrik Kokoda Utara Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) Provinsi Papua Barat Daya (PBD).

Ketua Forum Komunikasi Imekko Bersatu PBD, Ferry Onim

Ferry Onim yang dihubungi media ini mengungkap sejumlah rumah warga, sekolah dan rumah Ibadah yang terendam Banjir di tiga Kampung tersebut belum mendapat perhatian dari Pemda dan Pemprov PBD.

“Kenapa sampai saat ini pemerintah daerah sudah berapa hari tidak ada respon padahal situasi saat ini terjadi di masyarakat sangat membutuhkan bantuan Pemda dan Pemprov,”ucap Ferry, salah satu tokoh Pemuda di Kabupaten Sorong Selatan kepada media ini, Selasa (18/06/24).

Menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan respon cepat dari pemerintah daerah Kabupaten Sorong Selatan maupun Pemprov Papua Barat Daya.

“Kenapa sampai sekarang pemerintah daerah lebih fokus melihat masalah – masalah politik namun mereka tidak lihat situasi yang saat ini terjadi bencana banjir hingga rumah ibadah sampai pada rumah -rumah masyarakat terendam banjir,” tegas Ketua Forum Komunikasi Imekko Bersatu ini.

Dikatakan Ferry, bencana banjir yang terjadi di beberapa kampung harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah, guna memitigasi bencana sekaligus mengevakuasi warga yang terkena dampak.

“Saya pribadi melihat bahwa, pemerintah daerah hari ini hanya lebih fokus urus masalah politik di Sorong Selatan ketimbang sibuk dengan masyarakat yang hari ini terkena musibah banjir,”ujarnya.

Oleh sebab itu, ia mendesak agar Pemda segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang terkena banjir di Distrik Kokoda. Namun jika pemkab lambat maka pihaknya akan mengambil langkah untuk langsung bertemu dengan BNPB di pusat agar ada perhatian langsung ke daerah yang terkena dampak.

“Besok kita lapor ke BNPB pusat untuk membantu masyarakat sebab masyarakat sudah terkena dampak namun sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemkab Sorsel maupun Pemprov Papua Barat Daya “ujarnya.

Ditambahkan, dengan dokumentasi foto dan video Banjir yang ada, maka pihaknya akan langsung bertemu Badan Penanggulan Bencana Pusat (BNPB) untuk laporkan.

“Kiita langsung minta bantuan dari pusat karena kalau daerah, sudah berapa hari tapi mereka tidak mengambil langkah. Ini kita bicara masalah kemanusiaan bukan yang lain,”jelasnya.

Saya pikir itu lebih penting dan pemerintah daerah jangan sampai menyalahkan kami bahwa kami ambil alih tapi ini kita bicara kemanusiaan karena saya melihat tidak ada gerakan sama sekali oleh pemerintah.oleh sebab itu kita langsung punya inisiatif untuk mengambil gerakan untuk kita turun bicara soal kemanusiaan.”tukasnya.

Pewarta Felix
Editor Redaksi

Exit mobile version