Dewan Adat Papua Dan Koalisi Ormas Sayangkan Pernyataan Senator PFM, Desak Minta Maaf Kepada Kapolda Papua Barat

Dewan Adat Papua Dan Koalisi Ormas Sayangkan Pernyataan Senator PFM, Desak Minta Maaf Kepada Kapolda Papua Barat

Perwakilan Dewan Adat Papua, Masyarakat dan Koalisi Ormas saat jumpa pers di salah satu Kafe di Manokwari, Sabtu (18/1/2025)

Manokwari, doberainews – Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay bersama Koalisi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) mendesak Senator Paul Finsen Mayor mencabut statment atas tuduhan Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Johnny Edison Isir melakukan pelanggaran HAM dan mengabaikan tugas Kepolisian di Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Kami Dewan Adat Wilayah III Doberay bersama masyarakat Adat meminta kepada Saudara Senator Paul Finsen Mayor selaku anak Papua terbaik di DPD RI untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Kapolda Papua Barat, Bapak Irjen Johnny Edison Isir selama ini telah melakukan kinerja terbaik di Wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya,”ucap Zakarias Horota bersama koalisi Ormas saat menggelar jumpa pers di Manokwari, Sabtu (18/1/2025).

Zakarias mengungkapkan pihaknya juga telah mendesak Kapolresta Manokwari serta pihak Polda Papua Barat untuk menangani kasus percobaan pembunuhan yang dilakukan terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy pada 17 Juli 2024 lalu, namun Horota mengakui polisi telah mengkonfirmasi tahapan pengejaran masih dilakukan terhadap pelaku.

“Pak Kapolda sudah konfirmasi terkait dengan pengejaran terhadap Pelaku penembakan terhadap Bapak Advokat Yan Ch Warinussy. Memang, kami akui polisian punya S.O.P yang dilakukan, dan upaya – upaya pengejaran masih terus dilakukan, sehingga kami terus mendukung agar Kapolda dan jajaran Polresta Manokwari bisa mengungkap dan menangkap pelaku,’bebernya.

Zakarias juga mengakui keberhasilan Kapolda Papua Barat dalam mengamankan situasi Kamtibmas saat Pemilu dan Pilkada di Papua Barat.

“Kami Dewan Adat Papua memberikan apresiasi dan rasa penghargaan yang tinggi kepada Bapak Kapolda Papua Barat, atas komitmen beliau dalam mengamankan Pemilu dan Pilkada di Papua Barat. Kami tahu, Papua Barat dan Papua Barat Daya, baik di Maybrat, Teluk Bintuni, Pegaf, Fakfak maupun daerah – daerah lain di masuk zona kerawanan pemilu namun berkat dukungan dari Pak Kapolda dan Pangdam XVIII Kasuari, semua kondusif baik Pemilu maupun Pilkada. Kami apresiasi dan sampaikan terima kasih,”kata Horota.

Senada, Agung Susilo, Ketua Relawan Komite Nasional Indonesia mendesak Senator Paul Finsen Mayor menyampaikan permohonan maaf atas tudingan yang dinilai tidak sesuai dengan kerja – kerja polisi di Papua Barat.

“Saya sayangkan pernyataan yang disampaikan oleh Pak Senator Paul Finsen Mayor terkait dengan kondisi keamanan di Papua Barat, yang semestinya bukan ranahnya beliau. Karena itu, alangkah baiknya, pak Paul Finsen menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Kapolda yang selama ini telah bekerja maksimal dengan profesionalitasnya telah mengamankan Papua Barat, walaupun Papua Barat masuk zona merah dalam pemilu dan Pilkada namun saat ini telah aman dan kondusif,”tukas dia.

Ketua Ormas Pilar Pemuda Rakyat Provinsi Papua Barat mendesak Senator Paul Finsen Mayor menyampaikan permohonan maaf atas tudingan kepada Kapolda Papua Barat. Menurutnya, pernyataan yang diutarakan Senator Finsen Mayor tidak sesuai dengan fakta di lapangan sehingga perlu diklarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di publik.

“Kami harapkan, pak Senator, saudara Paul Finsen Mayor selaku anak Papua terbaik di DPD RI menyampaikan permohonan maaf di publik kepada Pak Kapolda Papua Barat atas tudingan yang sebenarnya tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Kami yang salalu demo desak Polisi untuk ungkap Kasus penembakan terhadap Advokat Yan Ch. Warinussy namun telah dikonfirmasi oleh pihak aparat bahwa kondisi masalah dan kerumitan yang dialami polisi di lapangan karena pelaku masuk hutan sehingga masih terus melakukan pengejaran,”ucap Ketua Pidar.

Karena itu, kami mendesak Saudara Senator Paul Finsen Mayor sampaikan Permohonan maaf, jika tidak koalisi Ormas akan melakukan aksi protes atas tuduhan tanpa dasar yang telah memprovokasi masyarakat di Provinsi Papua Barat,”tegasnya.

Koalisi Ormas, Mahasiswa dan masyarakat antara lain, Dewan Adat Papua Wilayah III Doberay, parlemen Jalanan Papua Barat, Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat, Lembaga Masyarakat Adat Papua Barat (LMA), WARANEY, DPW IP-KI PB, DPW Tipikor PB, Laskar Merah Putih Papua Barat, Pemuda Muslim Papua Barat, Aman Manokwari, GMPAN RI, Garda Merah Putih, FORGEM, Senkom Papua Barat, DPW KORNI, Barisan Merah Putih Papua Barat, dan Perkumpulan Masyarakat Timor Lorosae Provinsi Papua Barat, serta Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, dan perhimpunan Calon Advokat Muda Perempuan Mbaham Matt. (red/dn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *