Dinas Kehutanan dan KTH Pegunungan Arfak Gerakkan Penanaman Pohon Akway di Sekitar Danau Anggi

Dinas Kehutanan dan KTH Pegunungan Arfak Gerakkan Penanaman Pohon Akway di Sekitar Danau Anggi

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Pegunungan Arfak Lewis Mandacan saat menyiapkan Bibit Tanaman Akway

Pegaf, Doberainews – Dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan memulihkan ekosistem pasca kebakaran di kawasan Danau Anggi, Dinas Kehutanan Kabupaten Pegunungan Arfak bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) melakukan kegiatan pembelian sekaligus penanaman bibit pohon Akway, Cemara, dan beberapa jenis tanaman endemik lainnya, Jumat (1/11/2025).

Ketua KTH Pegunungan Arfak, Lewis Jek Mandacan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap keberlanjutan alam Pegunungan Arfak yang dikenal sebagai daerah konservasi dan paru-paru hijau Papua Barat.

“Kami bersama Dinas Kehutanan bergerak menanam kembali di wilayah yang terbakar di Kampung Siskedouo dan Tomstera. Tujuannya jelas: menjaga hutan tetap hidup, melindungi kawasan dari kebakaran, banjir, dan penebangan liar,” ujar Lewis Mandacan.

Menurutnya, bibit yang disediakan oleh kelompok tani hutan berasal dari hasil pembibitan lokal yang telah dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat di Distrik Anggi. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk pemberdayaan ekonomi hijau bagi warga setempat.

Kepala Bidang Rehabilitasi Hutan Dinas Kehutanan Pegunungan Arfak menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman, tetapi juga bagian dari gerakan restorasi ekosistem dan konservasi pohon Akway—kayu khas Pegunungan Arfak yang bernilai ekologis dan ekonomis tinggi.

“Pegunungan Arfak harus tetap menjadi paru-paru dunia. Kita tidak boleh biarkan kebakaran dan penebangan liar merusak identitas ekologis kita,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, Dinas Kehutanan bersama KTH berharap agar masyarakat terus menumbuhkan kesadaran menjaga hutan sebagai warisan generasi. Sebab, hutan bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga bagian dari jati diri orang Arfak yang hidup berdampingan dengan alam.

Pewarta Demas Ahoren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *