Kolaborasi 15 BUMN Laksanakan Program TJSL dan Transplantasi Terumbu Karang di Mutus Raja Ampat

Kolaborasi 15 BUMN Laksanakan Program TJSL dan Transplantasi Terumbu Karang di Mutus Raja Ampat

RAJA AMPAT, doberainews – Program kolaborasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Kampung Mutus, Distrik Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh 15 perusahaan milik negara.

Salah satu pelatih kegiatan, Rudi Dimara, mengatakan program tersebut merupakan bentuk sinergi BUMN dalam mendukung konservasi lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

“Ini sangat positif karena BUMN melalui program TJSL berperan aktif dalam konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di Raja Ampat,” ujar Rudi.
Adapun perusahaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT Angkasa Pura Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Pegadaian, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia), PT TASPEN (Persero), Perum Percetakan Uang Republik Indonesia, PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero), PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Perum DAMRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).

Program utama yang dilaksanakan adalah transplantasi terumbu karang menggunakan metode web spider. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, pada 23–28 Februari 2026.

Menurut Rudi, metode web spider dinilai efektif untuk mempercepat pertumbuhan dan penyebaran fragmen karang, sehingga proses pemulihan terumbu karang dapat berlangsung lebih cepat dan segera memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kegiatan ini menyatukan aspek konservasi, pariwisata, dan perikanan berkelanjutan. Ini menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian alam dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas lokal,” katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi juga dilakukan bersama kelompok konservasi lokal MKUN MNU di Kampung Mutus. Keterlibatan masyarakat setempat dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program restorasi.
“Kami memastikan upaya restorasi ini berkelanjutan karena dikelola oleh masyarakat yang paling memahami kondisi setempat,” ujar Rudi.

Selain itu, kegiatan edukasi lingkungan juga diberikan kepada siswa SD YPK Efata Mutus dan SMP Negeri 11 Mutus Waigeo Barat Kepulauan. Menurut Rudi, edukasi sejak dini merupakan investasi penting bagi masa depan Raja Ampat.
“Mereka akan menjadi penjaga alam sekaligus pelaku pembangunan di daerah ini,” ucapnya.

Dengan melibatkan generasi muda dan komunitas lokal, program ini tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem terumbu karang, tetapi juga membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Rudi berharap, program tersebut turut mendukung sektor pariwisata yang bertumpu pada keindahan alam serta menjaga keberlanjutan perikanan sebagai sumber mata pencaharian masyarakat Kampung Mutus dan Kabupaten Raja Ampat secara umum. (Flx/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *