Satker BBPJN Wilayah II Sorong Klarifikasi Proyek Jalan Kurnia–Bandara Segun Belum Rampung 100 Persen

Satker BBPJN Wilayah II Sorong Klarifikasi Proyek Jalan Kurnia–Bandara Segun Belum Rampung 100 Persen

Sorong, doberainews – Paket Peningkatan Jalan Kurnia–Bandara Segun yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksaknaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua Barat  hingga kini belum rampung sepenuhnya dan menjadi perhatian publik.

Paket pekerjaan tersebut tercantum dalam Kontrak Nomor 23/PKS/BBPJN9.7.3/PNK.K-BS/2025 tertanggal 30 Oktober 2025, dengan jangka waktu pelaksanaan 62 hari kalender. Proyek ini dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Cempaka Jaya, dengan pengawasan oleh PT Mitra Mandiri Konsultama dan PT Multi Zhekinah Consultans.

Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan ini berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, BBPJN Papua Barat. Namun hingga saat ini, progres pekerjaan belum mencapai 100 persen.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Sorong, Wahjudi Afendi, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan seluler, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa paket pekerjaan tersebut memang bersumber dari APBN dan ditujukan untuk menangani ruas jalan daerah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

“Terkait pelaksanaan pekerjaan yang tidak menggunakan wiremesh, hal itu sudah sesuai dengan desain yang disiapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong dan telah direviu oleh P2JN Papua Barat. Tidak semua perkerasan rigid harus menggunakan wiremesh. Pada paket ini digunakan sistem dowel dan tie bar untuk sambungan antar segmen,” jelas Wahjudi.

Ia menambahkan, untuk penyelesaian pekerjaan, pihaknya terus mengupayakan percepatan agar proyek dapat selesai lebih cepat. Saat ini, penyedia jasa masih bekerja dalam masa denda, dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan sesuai spesifikasi teknis.

“Kami berharap kendala-kendala di lapangan, seperti faktor cuaca dan adanya pemalangan, dapat segera kondusif sehingga pekerjaan bisa segera dirampungkan hingga 100 persen,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, pimpinan PT Cempaka Jaya selaku kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan WhatsApp, namun belum mendapat tanggapan. (FM/red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *