Pegaf, doberainews – Inspekturat Pegunungan Arfak membeberkan pihaknya telah melaksanakan survey Penilaian integritas (SPI) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pegunungan Arfak Provinsi Papua Barat.
“Kita sudah lakukan Survey Penilaian Integritas (SPI) di Kabupaten Pegunungan Arfak, baik melalui pemasangan Baliho, sosialisasi dan respon masyarakat” kata Kepala Inspekturat Kabupaten Pegunungan Arfak. Drs.Lisnan.
Dijelaskan dalam Survey SPI tahun 2023 tersebut terdapat 3 hal yang dinilai yakni data internal, eksternal dan ekspert.
“Responden dari SPI ini adalah pegawai (internal), pengguna layanan/mitra kerjasama (eksternal) seperti APH dan lembaga terkait dan narasumber ahli(ekspert) dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaannya secara transparan, akuntabel, dan antikorupsi,” ujar Lisnan.
“Kami sudah lakukan sosialisasi dari KPK terkait dengan layanan Publik, Internal dan data ekspert. Banyak baliho – baliho yang kita sudah pasang, dan melakukan sosialisasi bahkan Pak Bupati juga memberikan arahan kepada masing – masing OPD di Kabupaten Pegunungan Arfak untuk merespon atensi dari KPK,”katanya.
Dari hasil, Survey diakui absensi kehadiran Pegawai di Kabupaten Pegunungan Arfak cukup rendah.
“Salah satu yang menjadi atensi khusus, pimpinan di Kabupaten Pegunungan Arfak adalah kehadiran Pegawai. Kami lihat kehadiran pegawai masih sangat rendah” ungkapnya.
Dikatakan sebagai Pengawas, pihaknya sangat mengharapkan kehadiran dari semua ASN, guna memberikan pelayanan kepeda masyarakat baik pelayanan administratif maupun pelayanan yang berkaitan dengan urusan – urusan publik.
“Kita lihat, saat ini apel saja banyak ASN tidak masuk, dan berdampak terhadap layanan kepada masyarakat. Ini yang Pak Bupati sangat harapkan kehadiran ASN. Setiap hari senin beliau selalu imbau agar ASN harus masuk kantor agar memberikan layanan kepada masyarakat,” harapnya.
Sementara terkait audit layanan kinerja yang dilakukan kepada semua kinerja OPD dakui telah meningkat baik.
“Audit kinerja terkait program dan layanan OPD sudah kami lakukan dan tidak ada masalah. Terkait dengan serapan anggaran juga sudah baik. Kalau terkait dengan audit akhir nanti dikordinasikan dengan teman – teman BPK. Kami inspektorat hanya lakukan pengawasan internal” jelasnya. (red/dn)

















